IbadahShalat

Tata Cara Sujud Sahwi (Sujud karena Lupa dalam shalat) dan Bacaanya  

Adakalanya dalam shalat kita sering mengalami gangguan setan, berupa was-was, ataupun mengingat-ingat hal yang lain sehingga menyebabkan shalat kita terganggu bahkan sampai lupa bilangan rakkat shalat kita. Terkadang juga gangguan setan tersebut boleh berupa keragu-raguan dalam hati sehingga kita ragu berapa jumlah rakaaat yang telah kita lakukan. Namun alhamdulillah, masalah tersebut bisa diatasi dengan cara sujud sahwi dan ini merupakan kemudahan dari Allah ﷻ.

Pengertian Sujud Sahwi

Pengertian “sahwi” secara bahasa adalah “lupa” dan menurut syara’ bermakna melakukan 2 (dua) kali sujud sebelum salam atau sesudah salam dengan syarat dan bacaan tertentu. Sujud sahwi biasa dilakukan ketika seseorang lupa bilangan rakaat shalatnya, ataupun tidak melaksanakan rukun dan sunnah shalat karena lupa atau ragu.

Cara Sujud Sahwi Sebelum Salam

Sujud sahwi sebelum salam dilakukan apabila shalatnya mengalami kekurangan, perlu ditambal, baik karena kurangnya mengerjakan rukun maupun sunnah shalat, sebagaimana contoh berikut :

  1. Lupa melakukan Tasyahud Awal, maka lakukan sujud sahwi sebelum salam sebagai penyempurnaan shalat.
  2. Ragu-ragu dalam shalat, Contoh : “ragu apakah shalat nya sudah 3 rakaat atau 4 rakaat”, maka harus membuang keraguan (4 rakaat) dan menetapkan yang sedikit (3 rakaat), melanjutkan shalat dan sujud sahwi sebelum salam.

Cara Sujud Sahwi Setelah Salam

Sujud sahwi setelah salam dilakukan apabila shalatnya mengalami kelebihan padahal awanya ragu, dan juga sebab lain seperti berikut  contohnya:

  1. Ketika Yakin shalatnya berlebih, maka lakukan sujud sahwi setelah salam.
  2. Ragu kemudian Yakin bahwa shalatnya telah berlebih, maka lakukan sujud sahwi setelah salam.
  3. Ketika telah selesai shalat, baru kemudian ingat bahwa kurang 1 rakaat ataupun kurang dalam rukun nya, maka lakukan sujud sahwi setelah salam.

Dalil sujud sahwi sebelum dan sesudah salam

Dalil cara sujud sahwi sebelum salam sebagai berikut :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ابْنِ بُحَيْنَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ صَلَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ مِنْ بَعْضِ الصَّلَوَاتِ ثُمَّ قَامَ فَلَمْ يَجْلِسْ فَقَامَ النَّاسُ مَعَهُ فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ وَنَظَرْنَا تَسْلِيمَهُ كَبَّرَ قَبْلَ التَّسْلِيمِ فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ ثُمَّ سَلَّمَ

Dari ‘Abdullah Ibnu Buhainah radliallahu ‘anhu bahwa dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah shalat dua raka’at diantara shalat Beliau, lalu Beliau berdiri dan tidak duduk, Maka orang-orang ikut berdiri mengikuti Beliau. Ketika Beliau menyelesaikan shalatnya (empat raka’at) sedangkan kami sedang menunggu-nunggu Beliau memberi salam, Beliau bahkan bertakbir sebelum memberi salam kemudian sujud dua kali dalam posisi duduk lalu baru memberi salam”. (H.R. Bukhari No. 1148)

Dalil cara sujud sahwi setelah salam sebagai berikut :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسًا فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَزِيدَ فِي الصَّلَاةِ قَالَ وَمَا ذَاكَ قَالُوا صَلَّيْتَ خَمْسًا قَالَ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ أَذْكُرُ كَمَا تَذْكُرُونَ وَأَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْ السَّهْوِ

Dari Abdullah dia berkata, “Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam shalat mengimami kami lima rakaat. Lalu kami berkata, ‘Wahai Rasulullah apakah rakaat di dalam shalat ditambahkan? ‘ Beliau menjawab, ‘Tidak demikian.’ Mereka berkata, ‘Kamu telah shalat lima rakaat.’ Beliau bersabda, ‘Aku hanyalah manusia biasa seperti kalian, bisa ingat sebagaimana kalian ingat, dan juga bisa lupa sebagaimana kalian lupa.’ Kemudian beliau bersujud sahwi dua kali.” (H.R. Muslim No. 892)

Tata Cara Sujud Sahwi dan Bacaannya

Tata cara sujud sahwi adalah sama dengan sujud biasa, yakni dilakukan 2 (dua) kali sujud, sebelum atau sesudah salam dengan ketentuan yang telah dijelaskan sebelumnya. Adapun bacaanya, sebagian ulama menganjurkan membaca do’a ini ketika sujud sahwi

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

SUBHANA MAN LAA YANAAMU WA LAA YASHUU

Artinya : “Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa”

Namun pendapat tersebut hanya anjuran saja, sehingga pendapat yang benar adalah pendapat Ibnu Hajar Rahimahullah, ia berkata :

 سَمِعْت بَعْضَ الْأَئِمَّةِ يَحْكِي أَنَّهُ يَسْتَحِبُّ أَنْ يَقُولَ فِيهِمَا : سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو – أَيْ فِي سَجْدَتَيْ السَّهْوِ – قُلْت : لَمْ أَجِدْ لَهُ أَصْلًا .

 “Saya mendengar sebagian ulama yang menceritakan tentang dianjurkan bacaan: “Subhaana man laa yanaamu wa laa yashu” ketika sujud sahwi (pada kedua sujud) dan saya tidak mendapatkan asalnya sama sekali.”

Dengan demikian bacaan yang paling tepat ketika sujud sahwi adalah dengan membaca bacaan sujud seperti biasa ketika kita shalat, yaitu :

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى

SUBHAANA ROBBIYAL A’LAA

Artinya : “Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi’

Atau membaca :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

SUBHAANAKALLAHUMMA ROBBANAA WA BI HAMDIKA, ALLAHUMMAGH FIRLII

“ Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku”

Baca Juga : Rukun shalat, Sunnah shalat, Makruh shalat, dan Pembatal shalat

Demikianlah pembahasan tentang cara sujud sahwi, semoga memberikan manfaat bagi kita semua. Wassalam

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close