Shalat

Tata Cara Shalat Gerhana (Khusuf & Kusuf) sesuai Sunnah

Gerhana merupakan fenomena alam yang biasa terjadi dan sering kita saksikan atau dengar beritanya. Nah salah satu syariat Islam adalah disunnahkan nya kita melaksanakan shalat gerhana apabila menjumpainya. Apa dan bagaimana kah cara shalat gerhana itu ?? sebelumnya perlu diketahui bahwa Shalat gerhana itu terbagi menjadi dua, yaitu shalat gerhana bulan atau khusuf (خسوف) dan shalat gerhana matahari atau kusuf (كسوف). Perbedaan antara khusuf dan kusuf hanya pada nama dan waktu pelaksanaan nya saja, selebihnya (berupa gerakan dan bacaan) adalah sama.

Waktu Shalat Gerhana

Shalat Gerhana Bulan (خسوف)  dilakukan pada watu terjadinya gerhana tersebut (biasanya malam hari) yakni sampai bulan tampak utuh sepenuhnya.

Shalat Gerhana Matahari (كسوف) dilakukan pada saat terjadinya gerhana tersebut (biasanya pagi / siang) sampai matahari terlihat sepenuhnya atau samapai matahari terbenam.

Cara Shalat Gerhana

Tata cara shalat gerhana sebagaimana yang berhasil infoislam rangkum adalah sama dengan shalat sunnah biasa, yakni 2 rakaat dan boleh dilakukan berjamaah ataupun sendirian, tapi dengan ketentuan khusus sebagai berikut :

1. Rakaat pertama :

  • Takbiratul ihram
  • Membaca Al-Fatihah
  • Membaca ayat Al-Quran lainnya
  • Ruku pertama
  • I’tidal (bangkit dari ruku) dengan membaca “sami’allahu iman hamida”
  • Membaca Al-Fatihah (lagi)
  • Ruku (lagi)
  • I’tidal (lagi) dengan membaca “sami’allahu iman hamida”
  • Sujud pertama
  • Duduk antara 2 sujud
  • Sujud kedua
  • Bangkit ke rakaat ke-dua

2. Rakaat Ke-dua 

Bacaan dan gerakannya sama dengan rakaat pertama, yakni 2 kali Al-Fatiha, 2 kali Ruku, dan 2 kali sujud. Namun dengan bacaan dan durasi yang lebih pendek dibandingkan dengan rakaat pertama (Rakaat pertama lebih lama daripada rakaat ke-dua)

3. Dibaca Jahr dan Sirr

Pada shalat gerhana bulan (خسوف) bacaan Al-Fatiha dan ayat Al-quran di keraskan (jahr), sedangkan pada shalat gerhana matahari (كسوف) tidak di keraskan (sirr).

4. Sunnah

Disunnahkan pada tiap-tiap rakaat membaca surah yang panjang, demikian pula rakaat pertama lebih panjang dari yang kedua, dan ruku pertama (pada tiap rakaat) lebih panjang dari ruku ke dua.

Adapun hadits yang menjelaskan tentang shalat gerhana adalah sebagai berikut :

و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِهْرَانَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ نَمِرٍ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ شِهَابٍ يُخْبِرُ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَهَرَ فِي صَلَاةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ فَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فِي رَكْعَتَيْنِ وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ

Artinya :

“Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mihran telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim telah mengabarkan kepada kami Abdurrahman bin Namr bahwa ia mendengar Ibnu Syihabmengabarkan dari Urwah dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengeraskan suara bacaannya dalam shalat Khusuf (gerhana bulan). Dan beliau pun shalat, dalam dua raka’at beliau mengerjakan empat kali ruku’ dan empat kali sujud.” (H.R. Muslim No. 1502)

Baca Juga : Tata Cara Shalat Istisqa (meminta hujan) sesuai Sunnah

Demikianlah pembahasan infoislam tentang tata cara shalat gerhana, sebenarnya masih ada banyak lagi riwayat tentang shalat gerhana ini, namun sengaja tidak dicantumkan karena adanya kemiripan satu sama lain. Wassalam

 

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close