Nikah

Rukun Talak dan Jenis Talak Dalam Islam

Rukun dapat diartikan sebagai syarat, atau hal yang harus dilakukan atau dipenuhi terlebih dahulu sebelum memulai suatu perbuatan. Sedangkan Talak, menurut Imam Syafi’i adalah memutuskan hubungan pernikahan dengan sigath (ucapan talak) atau dengan ucapan yang semisal dengannya. Hukum talak itu sendiri bergantung pada kondisi tertentu, sehingga hukumnya dapat berubah menjadi wajib, sunnah, makruh, mubah, atau bahkan haram. Lantas bagaimana dengan Rukun dan Jenis Talak dalam Islam ? berikut infoislam mengulasnya untuk anda.

Rukun Talak

Berikut ini adalah Rukun Talak, dan jatuhnya talak itu sebelumnhya harus memiliki unsur-unsur sebagai berikut :

  1. Suami, yang menjatuhkan talak
  2. Istri, yang dijatuhi talak dan telah dinikahi secara sah seelumnya
  3. Ucapan Talak (Shigat), seperti “Saya Cerai Engkau” dsb.
  4. Disengaja dan tanpa paksaan

Jenis Talak

Adapun pembagian ataupun jenis talak, ketika lihat dari berbagai sudut pandang adalah sebagai berikut:

Pembagian talak dari cara melakukannya :

  1. Talak Sunni

Talak Sunni adalah jenis talak yang dilakukan oleh suami terhadap istri, dan tidak bertentangan dengan syariat islam. Contohnya :

  • Saat waninta sedang suci (tidak haid atau nifas)
  • Saat wanita dalam masa iddah (termasuk ketika sedang hamil.)

Allah ﷻ berfiman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ إِذَا طَلَّقۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحۡصُواْ ٱلۡعِدَّةَۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ رَبَّكُمۡۖ

“Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu.” (Q.S. At-Talaq : 1)

  1. Talak Bid,i

Adapun talak bid’I adalah jenis talak yang dilakukan oleh suami terhadap istri, sedangkan itu bertentangan atau bermasalah menurut syariat islam. Contohnya :

  • saat wanita sedang haid
  • saat sedang nifas
  • saat habis bersetubuh (istri sudah suci sebelumnya)
  • mencerai istri dengan talak 3 sekaligus.

Pembagian talak dari boleh tidaknya rujuk kembali

  1. Talak Raj’i

Adalah Talak 1 dan talak 2 yang dijatuhkan oleh suami kepada istrinya. Dan suami boleh rujuk kapan saja selama belum habis masa iddah istrinya.

  1. Talak Ba’in:

Adalah Talak 3 yang dijatuhkan suami pada istrinya, setelah melakukan talak raj’i (talak 1 dan 2) kepada istrinya. 

Tata Cara talak bain adalah : “ia mentalak istrinya, kemudian rujuk dalam masa ‘iddah atau menikahinya kembali setelah masa ‘iddah. Lalu kemudian mentalaknya lagi, kemudian merujuknya atau menikahinya kembali. Lantas ia menalaknya lagi untuk ketiga kalinya. Inilah talak yang menjadikan istrinya haram atasnya sampai istrinya menikah lagi dengan orang lain dan menggaulinya.”

Termasuk juga talak Ba’in adalah apabila seorang suami mentalak istrinya padahal ia belum bersetubuh dengan istrinya, meski sudah mencium atau mencumbunya.

Menalak istri sebelum digauli adalah talak ba’in, meskipun sudah berkhalwat (berdua-duaan) dan terjadi apa yang terjadi (selain senggama).

Pembagian Talak dari cara sigath (ucapan talak)

Talak yang dilakukan oleh suami kepada istri belum sah sampai ia mengucapkannya (shigat) dan ini terbagi menjadi dua, yakni :

  1. Talak Sharih

Talak sharih atau langsung adalah ucapan talak yang langsung, jelas, dan dipahami. Contohnya :

  • Dengan Ucapan “Aku menceraimu” atau “Aku Mentalak mu” atau ucapan semisal yang jelas dan tegas
  • Talak Kinayah

Talak kinayah adalah talak tidak langsun, contoh nya suami mengatakan pada istri “pulanglah kau pada orang tuamu” atau talak sharih yang disampaikan melalui telepon atau sms / wa dsb.

Baca Juga : Hukum Talak Menurut Islam

Demikianlah pembahasan tentang rukun dan jenis talak, semoga bermanfaat dan semakin menambah wawasan keislaman kita, Amin

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close