HikmahLainnya

Pengertian Istidraj dan Anjuran Berhati-hati terhadapnya

Kadang kalanya ada seorang Muslim yang beranggapan bahwa ia tidak dicintai oleh Allah, ia tidak disayang Allah hanya karena umpamanya ia dalam keadaan miskin, hidupnya melarat, sakit, ditimpa becana, ataupun ditimpa musibah tanpa henti. Bahkan membanding-bandingkan dirinya terhadap orang-orang kafir yang hidupnya mewah, kaya raya, sehat, dsb. Tapi tahukah Anda bahwasanya Allah ﷻ dalam menunjukkan cintanya kepada HambaNya adalah dengan memberikan cobaan kepadanya, berupa kekurangan harta, kekurangan hasil panen, hilangnya nyawa, dsb. Sebagaimana telah Allah jelaskan dalam Al-Quran sebagai berikut :

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Baqarah : 155)

Sehingga orang yang dicintai oleh allah adalah orang-orang diberikan cobaan agar ia bersabar dan sehingga ia  mendapat ampunan dan kabar gembira atas kesabarannya.

Baca Juga : Tanda-Tanda Orang Yang dicintai Allah

Pengertian Istidraj

Pengertian istidraj adalah jebakan atau suatu kenikmatan dan kesenangan hidup yang diberikan oleh Allah ﷻ kepada orang-orang yang tidak beriman kepadaNya, tidak melaksanakan perintahNya, meninggalkan syariatNya, melakukan laranganNya, agar mereka lalai dan terlena hingga akhirnya mereka meninggal, barulah mereka diberikan azab yang sangat pedih. Jadi pengertian istidraj adalah seseorang itu sengaja dibiarkan dengan kekufurannya, kemaksiatannya, kesombongannya, sehingga mereka lupa untuk bertaubat dan akhirnya mereka mendapat siksa api neraka di akhirat. Dan orang-orang yang seperti ini tentulah bukan termasuk orang-orang yang dicintai oleh Allah ﷻ

Dalil-Dalil Tentang Istridraj

Berikut ini adalah dalil-dalil yang berkenaan dengan istidraj, Allah ﷻ berfirman :

وَلَا يَحۡسَبَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّمَا نُمۡلِي لَهُمۡ خَيۡرٞ لِّأَنفُسِهِمۡۚ إِنَّمَا نُمۡلِي لَهُمۡ لِيَزۡدَادُوٓاْ إِثۡمٗاۖ وَلَهُمۡ عَذَابٞ مُّهِينٞ 

“Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.” (Q.S. Ali-Imran : 178)

Dalam ayat lain disebutkan :

فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِۦ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ أَبۡوَٰبَ كُلِّ شَيۡءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُوتُوٓاْ أَخَذۡنَٰهُم بَغۡتَةٗ فَإِذَا هُم مُّبۡلِسُونَ

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (Q.S. Al-An’am : 44)

Berhati-hati terhadap Istidraj

Setiap Muslim haruslah berhati-hati terhadap istidraj, karena istidraj ini sangat berbahaya karena dapat menipu, melalaikan dan menjerusmuskan kedalam neraka, naudzubullahi mindzalik. Hendaknya kita juga tidak hanya bersandar dengan sifat Allah yaitu (الرَّحِيمُ)” Yang Maha Penyayang” namun juga waspada terhadap sifat Allah yaitu (الْمُنْتَقِمُ) “Yang Maha Penuntut Balas” yang artinya segala kebaikan dan keburukan kita pasti akan dibalas, baik besar atau kecilnya. Sebagimana Allah berfirman:

نَبِّئۡ عِبَادِيٓ أَنِّيٓ أَنَا ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ   وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ ٱلۡعَذَابُ ٱلۡأَلِيمُ

Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.” (Q.S. Al-Hijr : 49-50)

Selanjutnya Nabi Muhammad ﷺ bersabda tentang istidraj ini, sebagai berikut :

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

Jika engkau melihat Allah Ta’ala memberikan seorang hamba dari (perkara-perkara) dunia yang diinginkannya, sedangkan ia terus berada dalam kemaksiatan kepada Allah, maka sesungguhnya itu adalah istidraj.” (H.R. Ahmad)

Demikianlah pembahasan tentang pengertian istidraj dan anjuran berhati-hati terhadapnya, semoga dapat memberi kita tambahan wawasan dan keimanan, Amin.

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close