Hukum

Minuman Keras (Khamar) dan Hukum nya menurut Islam

Peminum Khamar atau minuman keras sudah lazim kita temukan di negeri ini. Ironis memang, negeri yang mayoritas Muslim ini sudah kebarat-baratan dalam segala hal termasuk dalam prilakunya. Beberapa orang menganggap bahwa minuman keras (atau apapun namanya) itu sebagai obat, atau sebagai penambah stamina dan lain-lain. Meski demikian Islam ternyata telah mengatur segala hal termasuk masalah makanan dan minuman, khusnya tentang khamar ini. Untuk itu sebagai seorang Muslim, pengetahuan akan hal ini sangat penting agar kita tidak terjerumus kedalam hal-hala yang bertentangan dengan syariat atau hukum Allah ﷻ.

Pengertian Minuman Keras (Khamar)

Minuman keras atau Khamar adalah minuman yang memiliki kandungan alkohol ataupun ethanol didalamnya. Minuman keras (khamar) biasa dihasilkan dari proses fermentasi atau dengan menambahkannya langsung dengan alcohol. Salah satu cirri minuman keras (khamar) adalah apabila diminum dapat menghilangkan / memudarkan kesadaran hingga mabuk. Secara umum minuman keras dapat dibuat dari bahan alami berupa buah-buahan atau biji-bijian seperti, beras, gandum, air nira, anggur, dan buah-buahan lain yang telah difermentasikan.

Proses Fermentasi adalah pemprosesan bahan pangan, yaitu dengan mengubah karbohidrat menjadi alkohol / etanol dan karbon dioksida atau asam amino organic, dengan menggunakan ragi, dan bakteri atau kombinasi dari keduanya. Zat alkohol inilah yang menyebabkan mabuk karena mampu menekan sistem saraf pusat sehingga membuat seseorang lepas kendali dan hilang kesadarannya.

Hukum Minuman Keras (Khamar)

Islam secara tegas melarang untuk mengkonsumsi minuman keras (khamar), mengkonsumsi minuman keras hukumnya haram dan termasuk didalamnya segala hal yang dapat menghilangkan kesadaran / memabukkan maka dihukumi sebagai khamar dan haram. Dalil pengharaman nya sudah jelas disebutkan baik dalam Al-Quran maupun hadits Nabi Muhammad ﷺ sebagai berikut :

يَسۡ‍َٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡخَمۡرِ وَٱلۡمَيۡسِرِۖ قُلۡ فِيهِمَآ إِثۡمٞ كَبِيرٞ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثۡمُهُمَآ أَكۡبَرُ مِن نَّفۡعِهِمَاۗ وَيَسۡ‍َٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَۖ قُلِ ٱلۡعَفۡوَۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَتَفَكَّرُونَ  

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir (Q.S. Al-Baqarah : 219)

Pada ayat lain disebutkan,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡخَمۡرُ وَٱلۡمَيۡسِرُ وَٱلۡأَنصَابُ وَٱلۡأَزۡلَٰمُ رِجۡسٞ مِّنۡ عَمَلِ ٱلشَّيۡطَٰنِ فَٱجۡتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ  

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Q.S. Al-Maidah : 90)

Telah menceritakan kepada kami Al Husain bin Hasan Al Mawarzi telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu ‘Adi. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’id Al Jauhari telah menceritakan kepada kami Abdul Wahab bin ‘Atha keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Rasyid Abu Muhammad Al Himmanidari Syahr bin Hausyab dari Ummu Darda dari Abu Darda dia berkata

, أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ شَيْئًا وَإِنْ قُطِّعْتَ وَحُرِّقْتَ وَلَا تَتْرُكْ صَلَاةً مَكْتُوبَةً مُتَعَمِّدًا فَمَنْ تَرَكَهَا مُتَعَمِّدًا فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ الذِّمَّةُ وَلَا تَشْرَبْ الْخَمْرَ فَإِنَّهَا مِفْتَاحُ كُلِّ شَرٍّ

“Kekasihku, Rasulullah telah mewasiatkan kepadaku agar tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, meski kamu harus disembelih dan dibakar, janganlah kamu meninggalkan shalat wajib dengan sengaja, barangsiapa meninggalkannya dengan sengaja maka telah lepas dari tanggungan (Allah). Dan janganlah kamu meminum khamer, sebab khamar itu merupakan kunci semua kejahatan.” (H.R. Ibnu Majah No. 4024)

Demikianlah pembahasan tentang Khamar pada Artikel ini, semoga Allah ﷻ senantiasa melindungi kita agar terhindar dari hal-hal yang diharamkannya, Amin.

 

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close