Khutbah IedLainnya

Khutbah Idul Adha : Pahala dan Keutamaan Berkurban

 الله أكبر x3 – الله أكبر x3 -الله أكبر x3

الله أكبرُ كَبِيرًا وَالحَمدُ لِلَه كثِيرا وَسُبحَانَ الله بكرَةً وَاصيلاً . لااله الا الله وحده ، صدق وَعدَهُ ، وَنصرَعَبدَه ، وَاعزّ جُنْده ، وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَه، لا إله الا الله ولا نَعْدُ إلا إياه مخُلِصينَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكافِرُوْنَ . الله أكبرُ وَلِلَّهِ الحَمد.

اَلْحَمْدُ لِلّهِ ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَال عَلَى

نِعَمِهِ الَّتِي لَا تُعَدُّ وَلَاتُحْصَى . لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَتِ وَالَأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرَي ، وَأَشْكُرُهُ عَطَائِهِ وَفَضِيْلَتِهِ لَا تُبرَى . وأشهد أن لا إله

إلا الله وحده لا شريكَ لَهُ تَوحيدا مُتقنا اَقْتَنِيْهِ ليَوْمِ الْفاقَةِ وَإِنَّهُ لَنِعْمَ الْمُقْتَنىَ

وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ أَفْضَلُ

مَنْ صَلَّى وَنحَرُو . اللهم صّلِ وسَلمَ عَلَى عَبدِك وَرَسُولِكَ محمد وَعَلَى الِه وَأَصحَابِهِ الَّذِينَ أذهب الله عنهم الرِّجْسَ وطهَّرُ ، اَللّهُ اَكْبَرُ

اَللّهُ أَكْبَرُ لااِلَهَ اِلَّا اللّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ . اَللّهُ اَكْبَر وَلِلَّهِ الْحَمْدُ . .

أَمَّابعدُ : فَياأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواللّهَ تَعَالى ، وَاعلمَواَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمَ فَضِيْلٌ،

وَعِيْدٌ شَرِيْفٌ جَلِيْلُ . رَفَعَ اللَّهُ قَدْرَهُ وَأَظْهَرُ . وَسَمَاهُ يَوْمَ الْحَجِّ الأَكْبَرُ .

يجتمع فِيْهِ الحَاجُّ بِمِنىَ يسَتكملُونَ مَنَاسِكَ الحَجَّ وَيَتَقَرَّبوْنَ إلى الله بالثج و الحج . يُخْيُونَ سُنَّةَ اَبِيْهِمْ اِبْراهِيْمَ بِمَا يَذْبَحُوْنَ في هَذَا اليَوْمِ العَظِيْم مِنَ القرابِيْنَ

قال الله في القُرآنِ العظيم. اَعُوْذُ بالله مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيم . « قَالَ يَٰبُنَيَّ إِنِّيٓ أَرَىٰ فِي ٱلۡمَنَامِ أَنِّيٓ أَذۡبَحُكَ فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُۖ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ  »

قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَ : قَالَ مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Saudara-saudara kaum Muslimin yang berbahagia.

Marilah kita senantiasa bertaqwa kepada Allah dengan benar-benar taqwa, Yaitu taat menjalankan perintah Allah! dan berusaha menjauhi semua larangan-Nya, baik dalam keadaan susah maupun gembira, lapang atau dalam kesempitan, dan juga dalam keadaan ramai ataupun sepi. Sebab taqwa adalah keWajiban bagi semua umat Islam yang tak boleh ditunda-tunda, melainkan harus dilaksanakan seketika dan seterusnya selama kita masih hidup.

Tadi malam, semalam suntuk kita semua telah mengumandangkan takbir, tahmid dan tasbih, dalam menyongآsong datangnya hari yang sangat mulia yaitu hari raya Idul Adha atau hari raya Kurban, Allah telah mengangkat dan mengagungkan hari raya Idul Adha ini dengan melahirkannya sebagian hari Ibadah Haji yang mulia, Pada hari ini semua orang yang menjalankan Ibadah Haji berkumpul menjadi satu di tanah Mina untuk menyempurakan ibadah hajinya dan bertaqarrub atau mendekatkan diri beribadah kepada Allah dengan menyembelih binatang kurban serta mengeraskan Suara seraya berdoa dan memuji kepada Allah. Mereka menghidup-hidupkan sunnah Nabi Ibrahim dengan penyembelihan binatang kurban di hari idul adha yang suci dan mulia ini.

Sebagaimana kita ketahui bahwa disyariatkannya menyembelih kurban pada hari raya Idul Adha ini adalah untuk mengenang kembali peristiwa yang terjadi pada Nabi Ibrahim as. Suatu ujian yang berat sekali telah diujikan Allah kepada beliau, Untuk mengetahui berapa tingkat keyakinan dan keimanan Nabi Ibrahim, Allah telah memberikan Wahyu kepadanya agar menyernbelih anaknya yang bernama Ismall, Putera yang Sangat disayangi dan menjadi buah hati selama ini ternyata harus disembelih dengan tangannya sendiri.

Betapa pilu rasa hatinya bila ingat perintah penvembelihan terhadap anaknya, ini, Namun apa boleh dikata, kecintaan kepada Allah tidak boleh dikalahkan dengan kecintaan kepada anak. Perintah Allah untuk menyembelih anaknya harus dilaksanakan meskipun dengan hati yang sangat berat, puteranya lalu dipanggil dan diberitahu mengenai perintah Allah itu, Ternyata Nabi Ismail puteranya bukannya merasa Susah dan khawatir, melainkan justru mendorong ayahnya yaitu Nabi Ibrahim, untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah, Di sini Nabi Ismail telah pasrah,

menyerahkan semua yang bakal terjadi atas dirinya kepada Allah. Begitu pula Nabi Ibrahim pun akhirnya menjadi mantap dan ikhlas semurni-murninya melaksanakan perintah Allah dengan menyembelih Ismail, puteranya yang tercinta di Mina. Allah telah berfirman dalam surat As-Saffat ayat : 102, sebagai berikut :

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعۡيَ قَالَ يَٰبُنَيَّ إِنِّيٓ أَرَىٰ فِي ٱلۡمَنَامِ أَنِّيٓ أَذۡبَحُكَ فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُۖ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ  ١٠٢

Artinya :

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia.

Berkat keteguhan dan keikhlasan Nabi Ibrahim di dalam melaksanakan perintah Allah inilah, maka pisau yang digunakan ini ternyata tidak mempan, meskipun telah dilakukan berkali-kali, Lalu Allah mengutus kepada malaikat Jibril menggantikan Ismail dengan domba dari surga. Domba itu lalu disembelih dan dibagi-bagikan dagingnya kepada fakir miskin.

Oleh sebab itu, mengambil ibarat dari peristiwa ini kaum muslimin disyariatkan untuk mengikuti Jejak Nabi Ibrahim yang telah ikhlas lahir dan batin mengorbankan anaknya sehingga Allah menggantinya dengan domba dari surga.

Kini hari raya idul adha atau idul kurban telah tiba. Maka bagi kaum muslimin yang telah kuasa menyembelih kurban hendaklah melaksanakannya tanpa ragu-ragu sebagai usaha untuk bertaqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah. Di sammping itu dengan melaksanakan kurban ini kita bisa ikut membiasakan kepada fakir miskin yang hidupnya serba kekurangan setiap harinya, Dan sudah barang tentu hal ini akan memberikan kesan yang baik kepada golongan fakir miskin sehingga hilanglah jurang pemisah antara si miskin dan si kaya, yang akhirnya kedua golongan ini akan hidup berdampingan dengan penuh persaudaraan dan saling tolong menolong.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ ابْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنِي أَبُو الْمُثَنَّى عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ibrahim Ad Dimasyqi telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Nafi’ telah menceritakan kepadaku Abu Al Mutsanna dari Hisyam bin ‘Urwah dari Ayahnya dari Aisyah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya dan bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.” (H.R. Ibnu Majah No. 3117)

Yang dimaksud hadits di atas adalah amal yang paling dicintai oleh Allah pada hari kurban adalah menyembelih kurban, Pahala kurban itu akan diterimakan oleh Allah sebelum darah kurban menetas ke bumi, Tetapi pahala semulia itu bisa diperoleh jika kita mau melaksanakannya dengan ikhlas, tanpa dicampuri dengan maksud-maksud lain kecuali karena Allah semata. Di dalam hadits lain yang bersumber dari Zaid bin Arqam, para sahabat Rasulullah saw. bertanya mengenai  kurban ini. Lalu beliau bersabda:

سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ قَالُوا فَمَا لَنَا فِيهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ قَالُوا فَالصُّوفُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ مِنْ الصُّوفِ حَسَنَةٌ

Artinya :

“Ini merupakan sunnah (ajaran) bapak kalian, Ibrahim.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, lantas apa yang akan kami dapatkan dengannya?” beliau menjawab: “Setiap rambut terdapat kebaikan.” Mereka berkata, “Bagaimana dengan bulu-bulunya wahai Rasulullah?” beliau menjawab: “Dari setiap rambut pada bulu-bulunya terdapat suatu kebaikan.”

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia.

Dalam kesempatan ini kami mengajak kepada semua kaun muslimin yang telah mampu berkorban, marilan kita laksanakan perintah Allah ini dengan penuh keikhlasan, Kita hilangkan keragu-raguan mengenai janji Allah kepada orang yang mau berkorban, Bahwa Allah pasti akan membalas yang lebih banyak dan lebih besar dari pada apa yang telah kita kurbankan, Sekarang kita masih ada kesempatan untuk berkurban, Sebab waktu menyembelih kurban adalah dimulai setelah selesai mengerjakan shalat hari raya Adha hingga 3 hari Sesudahnya, yaitu sampai habisnya hari Tasyriq tanggal 13 Dzulhijjah.

Marilah saudara-saudara kaum muslimin kita berkurban pada hari idul adha ini dengan menyembelih domba, lembu atau kerbau menurut kemampuan kita masing-mnasing. Janganlah kita mengingkari perintah Allah yang mulia ini kalau kita tidak ingin dicap sebagai orang yang bakhil, orang yang hanya mementingkan kepentingan pribadi tanpa menghiraukan nasib saudara-saudara kita yang miskin. Sedikit banyak daging kurban yang kita bagi-bagikan kepada mereka akan memberi kelegaan hati mereka dan mengurangi beban mereka di dalam menyongsong hari raya Adha yang mulia ini.

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia.

Kalau kita renungkan dalam-dalam, ternyata perintah berkurban ini mengandung suatu pelajaran bahwa untuk memperoleh keridhaan dari Allah itu perlu pengorbanan. Sebagaimana yang terjadi pada Nabi Ibrahim. Beliau memperoleh kedudukan begitu tinggi di sisi Allah lantaran beliau telah dengan ikhlas mau mengorbankan anaknya yang bernama Ismail untuk disambelih, Berkat keteguhannya itulah Allah ta’la menggantikan Ismail dengan seekor domba dari Surga, Begitu pula kalau kita ingin memperoleh keridhaan dari Allah menghasilkan cita-cita yang mulia dan memperoleh kejayaan, Sudah barang tenti kita harus berani berkorban, mengorbankan harta, tenaga, waktu, pikiran dan bahkan jiwa sekalipun.

Kita tidak mungkin bisa mengerjakan ibadah haji kalau kita tidak berani mengorbankan harta benda untuk ongkos naik haji, Kita tidak mungkin dihormati masyarakat jika kita tidak berani mengorbankan tenaga, pikiran dan waktu Untuk meladeni kebutuhan mereka, seperti halnya yang telah banyak dilakukan oleh para ulama, Dan juga agama Islam tidak mungkin akan bisa jaya sampai sekarang kalau para pejuang kita dahulu tidak berani mengorbankan harta, tenaga dan jiwa di dalam memerangi orang-orang kafir yang sombong.

Demikian hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik dari perintah berkurban pada hari idul adha atau setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Semoga kita yang belum bisa berkurban pada tahun ini, bisa mengeluarkan kurban pada tahun mendatang. Amin. 

جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ العَائِدِيْنَ الفَائِزِيْنَ السَّائِلِيْنَ الغَانِمِيْنَ المَقْبُولِيْنَ ، وَأَدخَلَنَا وَاِيَاكُمْ فِي زُمَرَةِ عبادِهِ الصَّالِحِيْنَ . اَعوذ بالله من الشيطاني الرجيم : « إِنَّا اعَطيْناك الكوثر . فَصَلِّ لرَبَّكَ وَانحَرْ اِناَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَر

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close