Nikah

Kewajiban Suami terhadap Istri dalam Islam

Memiliki kehidupan rumah tangga yang harmonis merupakan dambaan setiap pasangan yang telah menikah. Namun pada kenyataannya percekcokan dan perdebatan seringkali muncul. Baik karena masih mempertahankan ego masing-masing atau masalah lainnya. Dan salah satu penyebab tidak harmonisnya hubungan dalam keluarga itu adalah karena masing-masing pihak, yakni suami – istri tidak mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing. Padahal Islam telah mengatur tentang hal tersebut. Untuk itu pada kesempatan ini infoislam akan membahas tentang kewajiban suami terhadap istri menurut pandangan islam, sebagai berikut.

1. Menjaga Istri dan Keluarganya

Kewajiban seorang suami adalah menjaga keluarganya, yakni orang tua, istri dan anak-anaknya dari siksa api neraka. Allah ﷻ berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q.S. At-Tahrim :6)

Ayat diatas memiliki makna yang sangat dalam, yakni seorang suami harus dapat menjaga keluarga nya dari siksa api neraka, dan ini bukanlah perkara yang mudah. Selain itu hal ini juga memiliki cakupan yang sangat luas, diantaranya :

  • Mengajarkan Ilmu Agama kepada keluarganya
  • Membimbing dan menasehati keluarganya
  • Beramar Ma’ruf Nahi Munkar terhadap keluarganya

2. Menafkahi Istri

Kewajiban seorang suami  yang berikutnya adalah  menafkahi Istrinya, dan keluarganya. Dan mengenai masalah ini Allah ﷻ berfirman :

وَعَلَى ٱلۡمَوۡلُودِ لَهُۥ رِزۡقُهُنَّ وَكِسۡوَتُهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ لَا تُكَلَّفُ نَفۡسٌ إِلَّا وُسۡعَهَاۚ

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” (Q.S. Al-Baqarah : 233)

Dalam Ayat lain Allah ﷻ berfirman :

لِيُنفِقۡ ذُو سَعَةٖ مِّن سَعَتِهِۦۖ وَمَن قُدِرَ عَلَيۡهِ رِزۡقُهُۥ فَلۡيُنفِقۡ مِمَّآ ءَاتَىٰهُ ٱللَّهُۚ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا مَآ ءَاتَىٰهَاۚ سَيَجۡعَلُ ٱللَّهُ بَعۡدَ عُسۡرٖ يُسۡرٗا

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (Q.S. At-Talak : 7)

Meski pada kenyataanya kadang kala istri juga turut andil dalam menghidupi keluarga. Namun memberikan nafkah tetap menjadi kewajiban suami, dan apa-apa yang telah diberikan oleh istri kepada keluarganya adalah merupakan sedekah. 

3. Memperlakukan Istrinya dengan Baik

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا يَحِلُّ لَكُمۡ أَن تَرِثُواْ ٱلنِّسَآءَ كَرۡهٗاۖ وَلَا تَعۡضُلُوهُنَّ لِتَذۡهَبُواْ بِبَعۡضِ مَآ ءَاتَيۡتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأۡتِينَ بِفَٰحِشَةٖ مُّبَيِّنَةٖۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ فَإِن كَرِهۡتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡ‍ٔٗا وَيَجۡعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيۡرٗا كَثِيرٗا

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Q.S. An-Nisa : 19)

4. Menutup Aib Istri

Seorang suami haruslah selalu menutup aib dan kekurangan istrinya. Sebaliknya seorang istri juga hendaknya selalu menutup kekurangan suaminya, sebagaimana firman Allah :

هُنَّ لِبَاسٞ لَّكُمۡ وَأَنتُمۡ لِبَاسٞ لَّهُنَّۗ

“Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.” (Q.S. Al-Baqarah : 187)

Baca Juga : Jenis Pria yang Harus Dihindari untuk menikah

Demikianlah pembahasan tentang  kewajiban suami terhadap istri, semoga bermanfaat dan semakin menambah wawasan keislaman kita, Amin

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close