Hikmah

Keutamaan Bulan Jumadil Awal dan Sanggahannya

Bulan Jumadil Awal (جُمَادى الْأَوَّل ), atau kadang disebut juga sebagai Jumadil Ula (جُمَادى الْأُولَىٰ) adalah bulan ke-5 (lima) dalam sistem penanggalan Hijiriah. Bulan ini biasanya terdiri dari 29 atau 30 hari. Menurut beberapa teori, asal usul nama Jumadil Awal tersebut adalah berasal dari kata jamad ( جماد ) yang berarti “kering, musim kering atau tidak turun hujan” yang menunjukkan keringnya tanah / lahan pada bulan tersebut. Namun pendapat ini ditolak oleh sebahagaian orang karena ini merupakan penanggalan berbasis bulan “Lunar Calendar” bukan berbasis matahari “Solar Calendar” yang waktu musimnya cenderung menetap sepanjang tahun.

KEUTAMAAN BULAN JUMADIL AWAL

Adapun Keutamaan Bulan Jumadil Awal adalah TIDAK ADA. Tidak ada dalil secara khusus, baik dari Al-Quran maupun hadits Nabi ﷺ yang menyebutkan tentang keutamaan bulan Jumadil Awal ini. Termasuk juga tidak ada keharusan untuk melakukan suatu ibadah tertentu atau pantangan melakukan suatu kegiatan tertentu.

Hal ini dikarenakan bulan ini bukan bulan istimewa sebagaimana bulan Ramadhan. Selain itu.dalam Islam hanya dikenal 4 (empat) bulan utama, yakni bulan-bulan haram seperti, Dzulqaidah, Dzuhijah, Muharram, dan Rajab. Sebagaimana dalam sebuah hadits disebutkan :

عَنْ أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الزَّمَانُ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Dari Abu Bakrah radliallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ bersabda: “Zaman (masa) terus berjalan dari sejak awal penciptaan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan, yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah dan al-Muharam serta Rajab yang berada antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (H.R. Bukhari No. 2958)

SANGGAHAN

Tidak dipungkiri bahwa di kalangan masyarakat Indonesia ini, masih banyak kepercayaan-kepercayaan Thiyarah (berkeyakinan sial) tentang bulan Jumadil Awal ini. Sebahagian orang menganggap bahwa bulan Jumadil Awal bukan bulan yang baik untuk melaksanakan pernikahan. Ketahuilah bahwa kepercayaan ini / Thiyarah (berkeyakinan sial) adalah kesyirikan, sebagaimana sabda Nabi ﷺ :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ثَلَاثًا وَمَا مِنَّا إِلَّا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ

Dari Abdullah bin Mas’ud dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik -tiga kali-. Tidaklah di antara kita kecuali beranggapan seperti itu, akan tetapi Allah menghilangkannya dengan tawakal.” (H.R. Abu Dawud No. 3411)

Sebahagian yang lain beranggapan bahwa bula tersebut adalah waktu terbaik untuk membangun rumah. Padahal kepercayaan tersebut tidak berdasar dan tidak diketahui sumbernya baik dari Al-Quran maupun Hadits.

Yang lebih parah, ada yang beranggapan bahwa pada bulan tersebut disunnahkan untuk membacakan doa serta berziarah pada Sayidah Fatimah, karena kemungkinan Sayidah Fatimah wafat pada salah satu hari di tanggal ke-13, 14 atau 15 bulan jumadil awal. Ketahuilah bahwa pemahaman seperti ini adalah pemahaman SYIAH dan tidak sepatutnya lah kita ikut-ikutan melaksanakannya.

Baca Juga : Keutamaan Bulan Rabiul Awwal

Demikianlah pembahasan tentang keutamaan Bulan Jumadil Awal dan sanggahannya, semoga bermanfaat dan semakin menambah wawasan keislaman kita, Amin

Penulis : Abu Abdillah

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close