Nikah

Jenis Pria yang Harus Dihindari dalam Pernikahan

Dalam Pernikahan wanita adalah penentu, maksudnya adalah bahwa apabila sang wanita tidak ingin dinikahkan atau tidak suka dengan calon suaminya, maka ia tidak boleh dinikahkan, dan pernikahannya tertolak. Hal ini sebagaimana yang telah terjadi pada di zaman Rasuullah ﷺ, dimana ada seorang wanita anshar bernama Khansa’ binti Khidzam mendatangi Rasulullah ﷺ dan melaporkan bahwa ayahnya telah menikahkannya dengan seorang lelaki yang tidak ia sukai, lalu Rasulullah ﷺ menolak pernikahan tersebut.

Seorang wanita tentunya harus pandai memilah-memilah pria yang datang melamarnya, karena ini menyangkut masa depannya. Oleh karena itu pada kesempatan ini infoislam.id akan membahas jenis pria yang harus dihindari oleh wanita, khususnya dalam hal penikahan, sebagai berikut.

Jenis Pria Yang Harus Dihindari

Berikut ini adalah jenis jenis pria yang harus dihindari oleh wanita, dan ketika ia dilamar maka hendaknya ia menolak jenis pria sebagai berikut :

1. Musryik atau Kafir

Islam tidak mengenal istilah “Nikah Beda Agama” sehingga pernikahan beda agama tentu hukumnya adalah batal dan tidak sah. Dengan begitu seorang Muslim tentu tidak boleh menikahi orang-orang musyrik dan atau orang-orang kafir. Allah ﷻ berfirman :

وَلَا تُنكِحُواْ ٱلۡمُشۡرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤۡمِنُواْۚ وَلَعَبۡدٞ مُّؤۡمِنٌ خَيۡرٞ مِّن مُّشۡرِكٖ وَلَوۡ أَعۡجَبَكُمۡ

“Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu.” (Q.S. Al-Baqarah : 221)

2. Buruk Agama dan Akhlaknya

Yang dimaksud disini adalah orang-orang yang dangkal pemahaman agamanya serta memiliki perangai yang buruk, seperti :

  • Sering Meninggalkan Shalat
  • Tidak Menundukkan Pandangan
  • Pendusta
  • Kasar
  • Pelit
  • Dan Lain-Lain

Sebagaimana dalam Hadits disebutkan :

عَنْ أَبِي حَاتِمٍ الْمُزَنِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوهُ إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنْ كَانَ فِيهِ قَالَ إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

Dari Abu Hatim Al Muzani berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika seseorang datang melamar (anak perempuan dan kerabat) kalian, sedang kalian ridha pada agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Jika tidak kalian lakukan, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan.” Para shahabat bertanya; “Meskipun dia tidak kaya.” Beliau bersabda: “Jika seseorang datang melamar (anak perempuan) kalian, kalian ridha pada agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia.” Beliau mengatakannya tiga kali. (H.R. Tirmidzi No. 1005)

3. Kaya tapi dari hasil Haram

Poin ini sebenarnya masih bagian dari poin sebelumnya, yakni seorang yang paham agama dan memiliki akhlak yang baik tentu tidak akan mencari harta dengan cara yang haram, karena hal ini adalah dilarang. Diriwaystksn dari Ka’ab bin Ujrah radhiyallahuanhu, bahwasanya Rasulullah ﷺ berkata kepadaku :

إِنَّهُ لَا يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلَّا كَانَتْ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

“Sesungguhnya tidaklah daging manusia tumbuh dari barang yang haram kecuali Neraka lebih berhak atasnya.” (H.R. Tirmidzi No. 558)

4. Miskin

Dalam sebuah hadits diriwayatkan :

عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَبِي الْجَهْمِ بْنِ صُخَيْرٍ الْعَدَوِيِّ قَالَ سَمِعْتُ فَاطِمَةَ بِنْتَ قَيْسٍ تَقُولُ إِنَّ زَوْجَهَا طَلَّقَهَا ثَلَاثًا فَلَمْ يَجْعَلْ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُكْنَى وَلَا نَفَقَةً قَالَتْ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَلَلْتِ فَآذِنِينِي فَآذَنْتُهُ فَخَطَبَهَا مُعَاوِيَةُ وَأَبُو جَهْمٍ وَأُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا مُعَاوِيَةُ فَرَجُلٌ تَرِبٌ لَا مَالَ لَهُ وَأَمَّا أَبُو جَهْمٍ فَرَجُلٌ ضَرَّابٌ لِلنِّسَاءِ وَلَكِنْ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَقَالَتْ بِيَدِهَا هَكَذَا أُسَامَةُ أُسَامَةُ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَاعَةُ اللَّهِ وَطَاعَةُ رَسُولِهِ خَيْرٌ لَكِ قَالَتْ فَتَزَوَّجْتُهُ فَاغْتَبَطْتُ

Dari Abu Bakar bin Abi Jahm bin Shuhair Al Adawi dia berkata; Saya mendengar Fathimah binti Qais – Bahwa suaminya telah menceraikannya dengan talak tiga, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun tidak menjadikan untuknya nafkah dan tempat tinggal – dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Jika kamu telah halal (selesai masa iddah), maka beritahukanlah kepadaku.” Setelah masa iddahku selesai, saya memberitahukan kepada Beliau. Tidak lama kemudian Mu’awiyah, Abu Jahm, dan Usamah bin Zaid datang melamarnya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mu’awiyah adalah orang yang miskin harta, sedangkan Abu Jahm suka memukul wanita, sebaiknya kamu memilih Usamah.” Maka Fathimah mengelak dan berisyarat dengan tangannya tanda tidak setuju, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya adalah lebih baik bagimu.” Fathimah berkata; Kemudian saya menikah dengan Usamah, ternyata saya bahagia. (H.R. Muslim)

Tidak ada larangan secara mutlak untuk menikahi pria yang miskin, namun hadits diatas menunjukkan bahwa apabila masih ada yang lebih baik perangainya, lebih berkecukupan dan lebih kaya maka itu lebih utama. Wallahu ‘alam

Solusi

Dengan mengetahui hal-hal tersebut diatas hendaknya seorang wanita ketika datang seorang lelaki melamarnya maka memilih yang baik agamanya dan akhlaknya, karena tujuan pernikahan sejatinya adalah untuk mencari ridha Allah ﷻ, menundukkan syahwat, dan memperoleh keturunan. Adapun khusus untuk poin terakhir yakni “miskin” sebenarnya adalah relatif dan masih boleh untuk dinikahi asalkan memiliki agama dan akhlak yang baik. Ketahuilah bahwa sesungguhnya kekayaan dan rezeki itu bisa dicari, dan dengan, kerja keras, pertolongan Allah ﷻ serta izinNya maka itu bisa diatasi. Allah ﷻ berfirman :

وَأَنكِحُواْ ٱلۡأَيَٰمَىٰ مِنكُمۡ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنۡ عِبَادِكُمۡ وَإِمَآئِكُمۡۚ إِن يَكُونُواْ فُقَرَآءَ يُغۡنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٞ

Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. AN-Nur : 32)

Perhatikan kalimat Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya” diatas, hal ini semacam jaminan bahwa Allah ﷻ akan membantunya.

Ibnu Katsir Rahimahullah ketika menafsirkan ayat diatas, dalam kitabnya disebutkan bahwa : ‘Ali bin ‘Abi Thalhah meriwayatkan perkataan Abdullah bin Abbas, yakni Allah ﷻ mendorong mereka (umat islam) untuk menikah dan memerintahkan orang-orang merdeka dan budak untuk menikah dan menjanjikan kekayaan bagi mereka, sebagaimana Allah berfirman :

إِن يَكُونُواْ فُقَرَآءَ يُغۡنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِه

“Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya”

Baca Juga : Cara Memilih Calon Suami Menurut Islam

Demikianlah pembahasan tentang jenis-jenis pria yang harus dihindari dalam pernikahan, semoga bermanfaat dan semakin menambah wawasan keislaman kita, Amin

Penulis Abu Abdillah

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close