HikmahLainnya

Arti Halal dan Jenis-Jenis Makanan Halal Menurut Islam

Agama Islam adalah agama yang sempurna, dimana didalamnya telah diatur dengan terang benderang apa saja yang boleh dan apa saja yang dilarang serta apa saja yang halal dan yang haram. Ajaran Islam mencakupi segala hal, mulai dari kita bangun tidur sampai tidur kembali, dari masalah pribadi, rumah tangga, sistem ekonomi, sampai masalah kepemimpinan, semua nya telah diatur, termasuk juga dengan jenis-jenis makanan halal dan yang haram. Untuk itu pada kesempatan kali ini admin infoislam.id akan membahas arti halal dan jenis-jenis makanan halal menurut islam.

Baca Juga : Jenis-Jenis Makanan Haram menurut Islam

Apa itu Halal ?

Halal adalah berasal dari bahasa arab  (حلال) yang bermakna “dibolehkan”, yakni segala hal yang diperbolehkan untuk dilakukan, digunakan, atau dikonsumsi dalam islam. Khususnya untuk makanan maka pasangan Halal  (حلال) adalah Thayyibah  (طيبة) yang berarti “baik” sehingga suatu makanan itu tidak hanya halal, tetapi juga harus baik, yakni baik untuk tubuh, kesehatan, dan juga bermanfaat.

Pada dasarnya segala yang ada di muka bumi ini hukumnya adalah “halal” hingga / sampai ada dalil yang mengharamkannya baik dari Al-Quran maupun Hadits Nabi ﷺ. Allah ﷻ berfirman :

هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَسَوَّىٰهُنَّ سَبۡعَ سَمَٰوَٰتٖۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ  

Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al-Baqarah : 29)

Dan juga dalam ayat lain disebutkan  :

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡمَيۡتَةَ وَٱلدَّمَ وَلَحۡمَ ٱلۡخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ بِهِۦ لِغَيۡرِ ٱللَّهِۖ فَمَنِ ٱضۡطُرَّ غَيۡرَ بَاغٖ وَلَا عَادٖ فَلَآ إِثۡمَ عَلَيۡهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٌ  

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Baqarah : 173)

Dan juga dalam ayat lain, lebih ditegaskan untuk memakan yang baik-baik saja :

وَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَٰلٗا طَيِّبٗاۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِيٓ أَنتُم بِهِۦ مُؤۡمِنُونَ  

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya. (Q.S. Al-Maidah : 88)

Jenis-Jenis Makanan Halal

Makanan yang halal  (حلال) adalah segala jenis makanan yang diperbolehkan untuk dikonsumsi, yakni semua boleh dikonsumsi asalkan tidak termasuk makanan yang diharamkan, baik bagi tubuh, bermanfaat, serta sesuai dengan syarat ataupun kondisi makanan halal yang telah diatur dalam ajaran islam. Mengapa demikian, karena susungguhnya makanan yang halal itu jauh lebih banyak daripada makanan yang haram.

Syarat dan Kondisi Makanan Halal

1. Tidak mengandung sesuatu yang diharamkan

Makanan yang halal apabila terkontaminasi dengan yang haram, maka statusnya adalah haram dan tidak boleh dikonsumsi

2. Tidak mengandung Kotoran ataupun Najis

Makanan yang halal apabila terkontaminasi dengan najis ataupun kotoran, maka harus dibersihkan. Jika tidak maka ia adalah haram karena tidak Thayyibah  (طيبة) / baik bagi tubuh

3. Halal secara Zatnya

Yakni bukan termasuk makanan yang diharamkan  oleh Allah dan RasulNya, lagi baik dan bermanfaat bagi tubuh

4. Halal cara mendapatkannya

Yakni diperoleh dengan cara yang halal, dengan keringat atau hasil jerih payah sendiri (lebih baik). Dan haram apabila diperoleh dari hasil mencuri, merampok, menipu, riba, korupsi, dll

5. Diproses dengan cara halal

Yakni diproses dengan cara yang halal, contohnya berupa hewan yang disembelih dengan nama Allah. Akan menjadi haram apabila hewan tersebut mati karena dipukul, disetrum, atau diproses dengan cara – cara yang haram. Selain itu pengolahannya harus bersih dari yang haram seperti babi, dsb.

6. Disajikan, dan disimpan dengan cara Halal

Yakni nampan, ataupun tempat penyimpanan makanan/minuman tersebut haruslah dibolehkan dalam islam (halal), tidak boleh dari hal-hal yang diharamkan, seperti bejana emas, piring emas, sendok emas, dan contoh-contoh lain semisalnya.

Demikianlah pembahasan tentang Makanan Halal menurut Islam, seomoga artikel ini semakin menambah pengetahuan dan wawasan keislaman kita. Wassalam

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close