Hukum

Hukum Tidak Menikah Seumur Hidup Menurut Islam

Menikah merupakan sunnah Nabi Muhammad ﷺ dan sunnah Nabi-Nabi terdahulu. Telah ada banyak dalil yang menerangkan tetang keutamaan menikah, diantaranya adalah menikah merupakan setengah dari agama. Selain itu menikah juga bertujuan untuk menyalurkan syahwat dan untuk memperoleh keturunan. Bahkan Nabi ﷺ memerintahkan untuk memperbanyak keturunan, dan itu hanya dapat dilaksanakan dengan cara menikah.

Aneh tapi nyata, tapi memang ada sebahagian lelaki yang enggan untuk menikah, padahal ia telah mampu melaksanakannya baik secara fisik maupun ekonomi. Lantas bagaimana Islam memandang orang yang enggan menikah ? Atau apakah hukum bagi orang yang tidak menikah seumur hidup ? berikut infoislam akan membahas nya untuk Anda.

Hukum Enggan Menikah Bagi Laki-Laki

Bagi Laki-Laki, maka hukum tidak menikah ini terbagi lagi menjadi 2 (dua) bagian, Yaitu :

SUNNAH

Adalah Sunnah Bagi Laki-Laki untuk tidak menikah (tetap membujang) apabila ia belum memiliki kemampuan, baik secara fisik; yaitu berhubungan suami istri, atau ekonomi; yakni kemampuan menafkahi istri dan keluarganya. Hal ini sebagaimana diterangkan pada dalil berikut :

Allah ﷻ berfirman :

وَلۡيَسۡتَعۡفِفِ ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغۡنِيَهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۗ

“Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya.” (Q.S. An-Nur : 33)

Ibnu katsir dalam kitabnya menerangkan, ketika menjelaskan ayat diatas : Bahwa ini merupakan perintah kepada orang-orang yang belum mampu untuk menikah agar menjaga kesucian dirinya dari perkara-perkara yang diharamkan Allah ﷻ.

HARAM

Adalah Haram bagi seorang laki-laki untuk menunda-nunda menikah, atau tidak menikah padahal ia telah mampu baik secara fisik maupun ekonomi. Hal ditegaskan dalam firman Allah ﷻ sebagai berikut :

وَأَنكِحُواْ ٱلۡأَيَٰمَىٰ مِنكُمۡ

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu” (Q.S. An-Nur : 32)

Ibnu katsir dalam kitabnya menerangkan, ketika menjelaskan ayat diatas : Bahwa ini merupakan perintah untuk menikah. Sebahagian ulama berpendapat bahwa menikah adalah Wajib bagi yang mampu, dan haram apabila ditinggalkan.

Hal ini sebagaimana dikuatkan dalam hadits berikut :

فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَبَابًا لَا نَجِدُ شَيْئًا فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Abdullah berkata : Pada waktu muda dulu, kami pernah berada bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Saat itu, kami tidak meiliki sesuatu pun, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada kami: “Wahai sekalian pemuda, siapa diantara kalian telah mempunyai kemampuan, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu dapat menundukkan pandangan, dan juga lebih bisa menjaga kemaluan. Namun, siapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa, sebab hal itu dapat meredakan nafsunya.” (H.R. Bukhari No.4678)

Syaikh Mustofa Al-Bugha, berkenaan dengan hadits diatas, ia mengatakan bahwa jika belum memiliki baa-ah (kemampuan), maka meninggalkan untuk menikah adalah sunnah. Baa-ah disini diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan hubungan suami istri, serta kemampuan untuk menafkahi keluarga.

Lantas bagaimana apabila seseorang hidup membujang karena alasan ingin hidup sibuk beribadah kepada Allah saja, ataupun dengan alasan-alasan lain ? Maka hal ini tidak diperbolehkan. Karena Nabi ﷺ pernah bersabda :

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ التَّبَتُّلِ

Dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang dari hidup membujang. (H.R. Nasai No. 3161)

Hukum Tidak Menikah Bagi Perempuan

Adapun Bagi Perempuan, tidak ditemukan dalil tentang wajibnya perempuan menikah sebagaimana halnya laki-laki. Dalam Al-Quran disebutkan, Allah ﷻ berfirman :

وَٱلۡقَوَٰعِدُ مِنَ ٱلنِّسَآءِ ٱلَّٰتِي لَا يَرۡجُونَ نِكَاحٗا فَلَيۡسَ عَلَيۡهِنَّ جُنَاحٌ أَن يَضَعۡنَ ثِيَابَهُنَّ غَيۡرَ مُتَبَرِّجَٰتِۢ بِزِينَةٖۖ وَأَن يَسۡتَعۡفِفۡنَ خَيۡرٞ لَّهُنَّۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٞ

“Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. An-Nur : 60)

Tidak adanya dalil tegas yang mengharuskan wanita untuk menikah, menjelaskan bahwa para wanita tidak diwajibkan untuk menikah sebagaimana halnya para pria. Wallahu A’lam

Baca Juga : Inilah Manfaat Menikah Menurut Ajaran Islam

Demikianlah pembahasan tentang hukum tidak menikah bagi laki-laki dan perempuan, semoga bermanfaat dan semakin menambah wawasan keislaman kita, Amin

Penyusun Abu Abdillah

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close