Nikah

Hukum Nikah Siri Menurut Islam dan Negara

Nikah siri adalah pernikahan yang dilakukan secara sembunyi atau dirahasiakan. Secara bahasa berasal dari bahasa Arab, yakni “Sirr” yang berarti “diam-diam atau rahasia”. Nikah siri sendiri itu dipahami berbeda-beda oleh masyarakat. Ada yang beranggapan bahwa Nikah siri adalah pernikahan yang tidak dicatat oleh KUA (Kantor Urusan Agama) sehingga tidak memiliki kekuatan hukum. Dan adapun pula yang beranggapan bahwa Nikah siri adalah menikah tanpa wali dari pihak wanita. Untuk itu pada kesempatan kali ini infoislam akan mengulasnya secara lebih mendalam untuk anda, sebagai berikut :

Hukum Nikah Siri Menurut MUI

Nikah siri atau yang diartikan sebagai pernikahan secara rahasia sebenarnya dilarang oleh islam karena islam melarang seorang wanita untuk menikah tanpa sepengetahuan walinya. Sebagaimana dalam sebuah hadits disebutkan :

عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا نِكَاحَ إِلَّا بِوَلِيٍّ

Dari Abu Burdah dari Abu Musa ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada nikah kecuali dengan adanya wali.” (H.R. Ibnu Majah No. 1871)

Dalam hadits lain disebutkan :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُزَوِّجُ الْمَرْأَةُ الْمَرْأَةَ وَلَا تُزَوِّجُ الْمَرْأَةُ نَفْسَهَا فَإِنَّ الزَّانِيَةَ هِيَ الَّتِي تُزَوِّجُ نَفْسَهَا

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perempuan tidak boleh menikahkan perempuan dan tidak boleh seorang perempuan menikahkan dirinya sendiri, karena sesungguhnya wanita pezina itu adalah wanita yang menikahkan dirinya sendiri.” (H.R. Ibnu Majah No. 1872)

Berdasarkan hadits-hadits di atas maka dapat disimpulkan bahwa pernikahan tanpa wali adalah pernikahan yang batil. Pernikahan siri termasuk perbuatan maksiat kepada Allah ﷻ dan berhak mendapatkan sanksi di dunia. Seorang hakim boleh menetapkan sanksi penjara, pengasingan, dan lain sebagainya kepada pelaku pernikahan tanpa wali.

Sedangkan apabila yang dimaksud dengan nikah siri adalah nikah yang tidak bersifat rahasia tetapi tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil hukumnya sah dalam islam. Hukum pernikahan sejenis ini sifatnya mubah dan pelaku tidak dijatuhi hukuman ataupun sanksi. Pernikahan yang memenuhi rukun seperti adanya wali, dua orang saksi dan ijab kabuli dan memenuhi syarat dan rukunnya adalah sah secara agama islam dan bukan merupakan perbuatan maksiat.

Jenis Nikah Siri

Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa hukum syariat nikah siri adalah sebagai berikut :

1. Tanpa Wali

Nikah siri yang merupakan pernikahan tanpa wali. Islam jelas melarang wanita untuk menikah dengan seorang pria tanpa adanya persetujuan dan keberadaan wali. Perbuatan nikah sirri ini termasuk perbuatan maksiyat yang berdosa apabila dilakukan. Pelaku dari nikah siri ini pantas mendapatkan sanksi baik di dunia maupun di akhirat.

2. Nikah Tanpa KUA

Nikah siri yang berarti nikah yang dilakukan tanpa pencatatan di lembaga pencatatan sipil atau KUA ( Kantor Urusan Agama) . Nikah ini memiliki dua hukum berbeda yaitu hukum pernikahan dan hukum tidak mencatatkan pernikahan di KUA.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nikah siri yang sekarang dikenal dalam masyarakat adalah nikah yang dilakukan dengan sah menurut agama namun tidak sah dihadapan hukum karena tidak ada bukti pencatatan pada lembaga pencatatan sipil. Sementara nikah siri tanpa adanya wali adalah tidak sah baik dihadapan agama maupun di mata hukum.

Akibat Nikah Siri

Nikah siri dapat mengakibatkan beberapa hal yang tidak diinginkan. Olehnya seorang wanita harus berhati-hati, karena pernikahan yang tidak tercatat di KUA tidak memiliki kekuatan hukum sehingga berpotensi merugikan pihak wanita. Berikut ini adalah potensi kerugian bagi wanita ketika menikah siri.

  1. Karena tidak adanya kekuatan hukum dan bukti hitam diatas putih, maka apabila terjadi penipuan, kekerasan, pelanggaran dalan rumah tangga dan lainnya, maka akan membuatnya lebih sulit untuk menuntut keadilan.
  2. Tidak tidak dapat menggugat cerai suaminya karena hak untuk melakukan talak ada pada suami. Tanpa pencatatan dalam hukum istri tidak dapat menuntut cerai terlebih jika suami kasar, tidak mau menceraikan dan hanya ingin menzaliminya.
  3. Anak yang lahir dari pernikahan siri tidak bisa memiliki kejelasan dan tidak tercatat dalam lembaga pencatatan sipil hal ini bisa merugikan sang istri dan anak dimasa depan
  4. Pernikahan siri juga akan menyulitkan pengurusan administrasi negara yang menyangkut keluarga misalnya Akte Kelahiran, Kartu Keluarga, KTP dan lainnya.

Baca Juga : Cara Memilih Calon Istri Menurut Islam

Demikianlah pembahasan tentang hukum nikah siri dalam islam, semoga bermanfaat dan semakin menambah wawasan keislaman kita, Amin

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close