Hukum

Hukum Minum Minuman Keras atau Khamar secara Tidak sengaja

Masalah tentang khamar atau Minuman keras telah Allah ﷻ dan Rasulnya Muhammad ﷺ terangkan dengan sangat jelas baik didalam Al-Quran maupun Hadits, bahwa Khamar atau Minuman Keras tersebut hukumnya haram, baik itu banyak ataupun sedikit, baik seteguk, ataupun setetes. Lantas muncul sebuah pertanyaan, bagaimana hukunya apabila seseorang minum minuman keras secara tidak sengaja karena tidak tahu, atau karena dipaksa untuk meminumnya? Berikut ini infoislam.id akan menjelaskannya.

Baca Juga : Minuman Keras (Khamar) dan Hukumnya menurut Islam

Hukum Minum Minuman Keras secara Tidak Sengaja

Sesungguhnya Allah ﷻ maha pengampun dan menyukai hamba-hambaNya yang bertobat kepadaNya. Dan Walaupun Khamar itu Haram, akan tetapi minum minuman keras secara tidak sengaja karena ketidaktahuan atau karena keterpaksaan, maka hukum diangkat terhadapnya. Berikut ini adalah dalil-dalil yang menjelasakan hal tersebut.

Dalam sebuah Hadits, Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Muhammad bin Yusuf Al Firyabi berkata, telah menceritakan kepada kami Ayyub bin Suwaid berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Bakr Al Hudzali dari Syahr bin Hausyab dari Abu Dzar Al Ghifari ia berkata,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah memaafkan dari umatku sesuatu yang dilakukan karena salah (ketidaktahuan) , lupa dan sesuatu yang dipaksakan kepadanya.”  (H.R. Ibnu Majah No. 2033)

Dalam ayat Al-Quran allah ﷻ berfirman :

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ  

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Q.S. Al-Baqarah : 286)

Dalam Ayat lainnya disebutkan,

وَلَيۡسَ عَلَيۡكُمۡ جُنَاحٞ فِيمَآ أَخۡطَأۡتُم بِهِۦ وَلَٰكِن مَّا تَعَمَّدَتۡ قُلُوبُكُمۡۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمًا

“Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Ahzab : 5)

Pada ayat dan hadits diatas disebutkan bahwa Umat islam mempunyai keistimewaan dibandingkan umat lainnya, dimana ketika melakukan kesalahan tanpa kesengajaan, atau lupa, maupun terpaksa maka mereka tidak dihukumi berdosa sebagaimana Allah telah menghukum kaum Bani Israil atas kesalahan mereka walaupun karena mereka tidak sengaja, lupa, atau terpaksa.

Demikianlah artikel ini, apabila terdapat kekeliruan mohon agar memberikan koreksi di kolom komentar. Semoga info ini dapat memberikan pencerahan, menambah pengetahuan, dan bermanfaat bagi kita semua, Amin.

 

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close