Hukum

Hukum Menshalati Orang Bunuh Diri beserta Dalilnya

Kematian adalah sebuah kepastian yang pasti akan datang kepada setiap manusia. Kematian datang secara-tiba-tiba, tidak mengenal waktu dan tempat, serta tidak mengenal muda atau tua. Karena ketika umur seseorang telah habis, maka datanglah ajalnya tanpa dapat ditunda sedetikpun juga, dan tanpa dapat dihalangi oleh siapapun jua. Allah ﷻ berfirman :

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٞۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمۡ لَا يَسۡتَأۡخِرُونَ سَاعَةٗ وَلَا يَسۡتَقۡدِمُونَ

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (Q.S. Al-A’raf : 34)

Namun ada kasus dimana seseorang mencoba untuk menghabisi nyawa nya sendiri dengan berbagai macam alasan. Padahal membunuh diri sendiri merupakan dosa besar yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya. Allah ﷻ berfirman :

 وَلَا تَقۡتُلُوٓاْ أَنفُسَكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمۡ رَحِيمٗا

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (Q.S. An-Nisa : 29)

Jangankan untuk bunuh diri, untuk melukai dan membahakan diri sendiri saja sudah dilarang. Hal ini sebagaimana keumuman sabda Nabi ﷺ :

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

Dari Ibnu Abbas ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak boleh berbuat mudharat (membahayakan diri sendiri) dan hal yang menimbulkan madlarat (membahayakan orang lain).” (H.R. Ibnu Majah No. 2332)

Lantas bagaimana hukum menshalati orang bunuh diri ? Berikut infoislam.id membahasnya untuk Anda

Menshalati Orang Bunuh Diri

Membunuh diri sendiri merupakan dosa besar dan diharamkan, namun hal tersebut tidak sampai mengeluarkan seseorang dari Islam. Sehingga orang yang mati bunuh diri tetap dihukumi sebagai seorang muslim. Oleh karena ia seorang muslim, maka mengurus jenazahnya adalah fardu kifayah, termasuk didalamnya adalah dengan memandikan, menshalatkan, mengkafani, dan menguburkannya.

Sebagaimana dalam sebuah riwayat dikisahkan :

Dari Jabir bahwa Ath Thufail bin Amru Ad Dausi mendatangi Nabi ﷺ seraya berkata : “Wahai Rasulullah, apakah engkau mau untuk tinggal di sebuah benteng yang kokoh dan dapat melindungi?” Benteng tersebut adalah milik orang-orang Daus semasa jahiliyiah. Namun Rasulullah ﷺ menolak karena lebih memilih dengan apa Allah janjikan untuk orang-orang Anshar. Ketika Nabi ﷺ hijrah ke Madinah, Abu Thufail bin Amru ikut hijrah dengan disertai oleh seorang laki-laki dari kaumnya. Namun teman Abu Thufail tersebut tidak kuat dengan (iklim) Madinah dan jatuh sakit, lalu ia mengambil gunting dan memotong ruas jemarinya hingga tangannya berlumuran darah, dan bahkan ia pun meninggal. Namun dalam mimpinya, Abu thufail melihat temannya tersebut dalam kondisi yang sangat bagus, sementara ia menutupi kedua tangannya. Abu Thufal bertanya kepada temannya : “Apa yang Tuhanmu lakukan kepadamu?” Teman Abu Thufal menjawab : “Allah mengampuniku karena hijraku kepada-Nya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” Abu Thufail bertanya lagi : “Tapi kenapa aku lihat kamu menutupi kedua tanganmu?” Teman Abu Thufal menjawab : “Dikatakan kepadaku; Kami tidak akan memperbaiki apa yang telah kamu rusak.” Abu Thufail kemudian menceritakan mimpi tersebut kepada Rasulullah ﷺ, Lalu kemudian Beliau ﷺ bersabda: “Ya Allah, ampunilah kedua tangannya.” (H.R. Muslim No. 167)

Meskipun orang yang bunuh diri tidak dihukumi kafir, Namun hal tersebut tetap merupakan dosa besar dan hendaknya para pemuka Agama ataupun Pemerintah setempat di daerah tersebut tidak ikut menshalati orang bunuh diri tersebut. Hal ini sebagaimana sabda Nabi ﷺ sebagai berikut :

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ أُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَجُلٍ قَتَلَ نَفْسَهُ بِمَشَاقِصَ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ

Dari Jabir bin Samurah ia berkata; Pernah didatangkan kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam jenazah seorang laki-laki yang bunuh diri dengan anak panah. Tetapi jenazah tersebut tidak dishalatkan oleh beliau. (H.R. Muslim No. 1624)

Tidak ikutnya Pemuka Agama dan Pemerintah setempat menshalati orang bunuh diri adalah sebagai hukuman sosial dan pelajaran bagi yang lain agar tidak melakukan hal tersebut.

Seorang muslim hendaklah tidak terjerumus kedalam dosa besar ini, karena orang yang bunuh diri diancam dengan neraka jahannam dan akan kekal didalamnya.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَتَوَجَّأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ شَرِبَ سَمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ يَتَرَدَّى فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا

Dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membunuh dirinya dengan sepotong besi, maka dengan besi yang tergenggam di tangannya itulah dia akan menikam perutnya dalam Neraka Jahanam secara terus-terusan dan dia akan dikekalkan di dalam Neraka. Barangsiapa membunuh dirinya dengan meminum racun maka dia akan merasai racun itu dalam Neraka Jahanam secara terus-terusan dan dia akan dikekalkan di dalam Neraka tersebut untuk selama-lamanya. Begitu juga, barangsiapa membunuh dirinya dengan terjun dari puncak gunung, maka dia akan terjun ke dalam Neraka Jahanam secara terus-terusan untuk membunuh dirinya dan dia akan dikekalkan dalam Neraka tersebut untuk selama-lamanya.” (H.R. Muslim No. 158)

Imam Nawawi rahimahullah berkata ; Al Qadhi mengatakan : Menurut pendapat para ulama, setiap jenazah muslim baik meninggal karena suatu hukuman, dirajam, bunuh diri dan anak zina tetap dishalatkan. Imam Malik dan lainnya berpendapat bahwa pemimpin umat sebaiknya tidak menyalati orang seperti itu ketika ia dihukum mati karena suatu hukuman. (Lihat Syarh Muslim yang disusun oleh Imam Nawawi)

Baca Juga : Hukum Melayat Orang Kafir

Demikianlah pembahasan tentang hukum menshalati orang bunuh diri beserta dalilnya, semoga bermanfaat, dan semoga Allah menghidarkan kita dari keburukan ini, serta memberikan kita khusnul khatimah, Amin

Penulis Abu Abdillah

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close