Nikah

Hukum Menikah Tanpa Restu Orang Tua

Nikah merupakan sunnah Rasulullah ﷺ dan setiap manusia pada umumnya menginginkan pernikahan. Juga dengan memiliki keturunan karena hal ini sudah merupakan fitrah manusia itu sendiri. Tentu menikah bukan perkara yang gampang atau bisa digampangkan, hal ini karena menikah itu menyangkut masa depan keluarga dan keturunan. Terlepas dari itu semua, salah satu masalah dalam pernikahan adalah restu dari orangtua. Untuk itu pada kesempatan ini infoislam akan membahas tentang hukum menikah tanpa restu orang tua. Pembahasannya sebagai berikut.

Sebelumnya perlu dipahami bahwa hukum menikah tanpa restu orang tua itu berbeda bagi laki-laki dan perempuan, sehingga kami pisahkan pada poin-poin berikut :

Menikah Tanpa Restu Orangtua bagi Laki-laki

Apabila dipandang dari segi hukum, ketika seorang laki-laki menikah tanpa restu orangtua nya atau tanpa sepengetahuan orangtua nya maka nikahnya tetap SAH. Hal ini dikarenakan wali dari pihak laki-laki bukan merupakan Rukun pernikahan. Sehingga hadir ataupun tidaknya wali mempelai pria tidak akan membatalkan status hukum pernikahan tersebut.

Sedangkan apabila dipandang dari segi fiqhiyah, menikahnya seorang anak tanpa sepengetahuan orangtuanya tentu akan menyakiti hati orangtuanya. Padahal kita ketahui pernikahan itu merupakan hal sosial dan memang harus disebarluaskan beritanya. Selain itu perlu juga diperhatikan hadits berikut :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

Dari Abdullah bin Amr radliallahu ‘anhuma dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Ridha Allah terdapat pada ridha seorang Ayah, dan murka Allah juga terdapat pada murkanya seorang Ayah.” (H.R. Tirmidzi No. 1821)

Sungguh ironis apabila pernikahan seseorang yang merupakan sunnah Nabi ﷺ tidak di ridhai oleh orangtua padahal ridha Allah ﷻ terdapat pada ridha orangtuanya. Oleh karena itu sudah seyogyanya bagi seorang muslim yang baik untuk tetap meminta restu dari orantuanya. Karena hal ini lebih baik dan lebih utama untuk dilakukan, wallahu ‘alam

Menikah Tanpa Restu Orangtua bagi Perempuan

Adapun bagi seorang perempuan, apabila menikah tanpa restu dari orantuanya maka pernikahannya adalah BATAL dan tidak sah secara hukum. Hal ini dikarenakan salah satu rukun pernikahan adalah wali pihak wanita, dalam hal ini adalah ayahnya. Dalam akad pernikahan, yang melakukan akad adalah mempelai laki-laki dan wali pihak perempuan. Sehingga (bahkan) ketidakhadiran perempuan dalam pernikahannya sendiri tidak membatalkan hukum pernikahan tersebut.

Namun hal ini bukan berarti seorang perempuan bebas untuk dinikahkan begitu saja tanpa sepengetahuan dan persetujuannya. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits sebagai berikut :

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ جَارِيَةً بِكْرًا أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَتْ أَنَّ أَبَاهَا زَوَّجَهَا وَهِيَ كَارِهَةٌ فَخَيَّرَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dari Ibnu Abbas, bahwa seorang gadis datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan menyebutkan bahwa ayahnya telah menikahkannya sementara ia tidak senang. Kemudian beliau beliau memberikan pilihan (untuk menerima atau menolak). (H.R. Abu Daud No. 1794)

Dalam hadits lain disebutkan :

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَمُجَمِّعِ ابْنَيْ يَزِيدَ ابْنِ جَارِيَةَ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ خَنْسَاءَ بِنْتِ خِذَامٍ أَنَّ أَبَاهَا زَوَّجَهَا وَهِيَ ثَيِّبٌ فَكَرِهَتْ ذَلِكَ فَأَتَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَدَّ نِكَاحَهُ

Dari Abdur Rahman serta Mujammi’ bin Yazid anak wanita sahaya orang Anshar dari Khansa` binti Khidzam bahwa ayahnya menikahkannya dan ia adalah janda, kemudian ia tidak menyukainya, lalu melapor kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka Beliau menolak pernikahannya. (H.R. Nasai No. 3216)

Sehingga dengan demikian, seorang perempuan baik yang masih gadis ataupun sudah janda tidak boleh dinikahkan kecuali ia rela. Karena seorang perempuan yang dinikahkan sedangkan ia tidak rela maka nikahnya adalah batal, wallahu ‘alam

Baca Juga : Hukum Menetukan Mahar Pernikahan

Demikianlah pembahasan tentang hukum menikah tanpa restu orang tua, semoga bermanfat dan semakin menambah wawasan keislaman kita, Amin.

Penulis Abu Abdillah

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close