Hukum

Hukum Menghadiri Walimah Tanpa Diundang

Walimah menurut bahasa adalah jamuan atau jamuan makan, dan ini bisa berupa jamuan makan untuk pernikahan, kepergian seseorang, atau yang lainnya. Dan telah menjadi hal yang lumrah ketika ada yang melakukan walimah, maka keluarga dan kerabat yang diundang akan datang mengharidi undangan atau jamuan makan tersebut. Lantas muncul kasus, bagaimanakah hukumnya orang yang menghadiri walimah tanpa diundang ? dan bagaimana apabila yang mengundang tersebut merupakan kenalan atau teman dekat ? Berikut infoislam.id akan membahasnya untuk Anda.

Hukum Menghadiri Undangan Walimah

Hukum menghadiri undangan walimah adalah wajib bagi setiap muslim namun tentu saja dengan syarat tertentu, sebagaimana keumuman hadits Nabi Muhammad ﷺ sebagai berikut :

عَنْ نَافِعٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ يَقُولُا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجِيبُوا هَذِهِ الدَّعْوَةَ إِذَا دُعِيتُمْ لَهَا قَالَ وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ يَأْتِي الدَّعْوَةَ فِي الْعُرْسِ وَغَيْرِ الْعُرْسِ وَيَأْتِيهَا وَهُوَ صَائِمٌ

Dari Nafi’ dia berkata; Saya mendengar Abdullah bin Umar berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Penuhilah undangan ini, jika kalian diundang untuknya.” Dan Abdullah bin Umar selalu mendatangi undangan pernikahan dan sejenisnya, dan dia mendatangi undangan tersebut meskipun dia sedang berpuasa. (H.R. Muslim No.2581)

Hukum Mengadiri Walimah Tanpa di Undang

Hukum menghadiri walimah tanpa diundang makan hukumnya adalah HARAM dan bahkan dianggap seperti pencuri. Namun hal ini dapat berubah menjadi BOLEH apabila

DI IZIKAN DAN TUAN RUMAH TIDAK KEBERATAN DENGAN KEHADIRANNYA

Dalilnya yang menerangkan hal tersebut adalah sebagai berikut :

عَنْ نَافِعٍ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ دُعِيَ فَلَمْ يُجِبْ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَمَنْ دَخَلَ عَلَى غَيْرِ دَعْوَةٍ دَخَلَ سَارِقًا وَخَرَجَ ٌ

Dari Nafi’ ia berkata, Abdullah bin Umar berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa diundang dan ia tidak mendatangi undangan tersebut maka sungguh ia telah durhaka kepada Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa yang masuk tanpa undangan maka ia masuk sebagai pencuri, dan keluar sebagai orang yang menyerang.” (H.R. Abu Dawud No. 3250)

Dalil lainnya sebagai berikut :

عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ كَانَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ يُقَالُ لَهُ أَبُو شُعَيْبٍ وَكَانَ لَهُ غُلَامٌ لَحَّامٌ فَرَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَرَفَ فِي وَجْهِهِ الْجُوعَ فَقَالَ لِغُلَامِهِ وَيْحَكَ اصْنَعْ لَنَا طَعَامًا لِخَمْسَةِ نَفَرٍ فَإِنِّي أُرِيدُ أَنْ أَدْعُوَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَامِسَ خَمْسَةٍ قَالَ فَصَنَعَ ثُمَّ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَعَاهُ خَامِسَ خَمْسَةٍ وَاتَّبَعَهُمْ رَجُلٌ فَلَمَّا بَلَغَ الْبَابَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ هَذَا اتَّبَعَنَا فَإِنْ شِئْتَ أَنْ تَأْذَنَ لَهُ وَإِنْ شِئْتَ رَجَعَ قَالَ لَا بَلْ آذَنُ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ

Dari Abu Mas’ud Al Anshari ia berkata; Ada seorang laki-laki Anshar bernama Abu Syu’aib, dia mempunyai seorang pelayan tukang daging. Pada suatu hari Abu Syu’aib melihat Rasulullah ﷺ. Dia tahu dari wajah beliau bahwa Beliau sedang lapar. Maka Syu’aib berkata kepada pelayannya; “Kasihan! Siapkan hidangan untuk lima orang. Aku hendak mengundang Rasulullah ﷺ beserta empat orang lainnya.” Setelah hidangan tersedia, Nabi ﷺ pun tiba beserta empat orang lainnya dan seorang lagi mengikuti mereka. Tatkala sampai di pintu Nabi ﷺ berkata: ‘Kawan ini mengikuti kami. Jika engkau izinkan dia turut makan, silakan. Jika tidak, maka ia pergi.’ Jawab Abu Syu’aib; ‘Jangan, tentu aku izinkan, ya Rasulullah! ‘  (H.R. Muslim No. 3797)

Hal ini menunjukkan bahwa tidak sepatutnya seorang muslim untuk menghadiri undangan padahal ia tidak diundang. Apabila ini dilakukan maka ini menunjukkan sikap tidak tahu malu, rakus, dan tidak memiliki harga diri. Dan tentunya ini bukanlah hal yang terpuji. Sebaliknya menghadiri undangan adalah keharusan yang menunjukkan kasih sayang, kepedulian, dan adab atau etika yang baik antar sesama.

Baca Juga : Hukum Menghadiri Undangan orang Kafir

Demikian pembahasan tentang hukum datang ke walimah tanpa diundang, semoga bermanfaat dan menambah wawasan keislaman kita, Amin.

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close