Nikah

Hukum Mencerai Istri yang Sedang Hamil

Perceraian merupakan lawan dari pernikahan, ketika pernikahan adalah menyambung tali ikatan suci maka perceraian adalah pemisah dan pemutus tali ikatan tersebut. Dalam islam sendiri telah diatur tentang tata cara perceraian serta hukumnya. Namun tahukah Anda bahwa perceraian itu merupakan hal yang dibenci oleh Allah ﷻ meskipun itu boleh dilakukan. Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar berikut :

أَبْغَضُ الْحَلَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى الطَّلَاقُ

“Halal yang paling dibenci Allah adalah thalak (perceraian).” (H.R.  Abu Daud)

Hadits diatas merupakan hadits dhaif (lemah) sehingga mohon disikapi dengan bijak. Lantas bagaimanakah hukum menceraikan istri yang sedang hamil ? Berikut infoislam membahasnya untuk anda.

Hukum Mencerai Istri yang Hamil

Mencerai istri yang hamil hukumnya adalah boleh dan termasuk cerai yang sesuai dan bukan termasuk cerai yang dilarang (bid’i). Perlu diketahui bahwasanya pernikahan adalah sunnah dan merupakan ibadah yang memiliki durasi paling lama karena ibadah ini hanya berakhir dengan perceraian dan meninggal dunia.

Banyak terjadi kesalahpahaman diantara masyarakat tentang masalah ini (mencerai istri yang hamil), namun yang tepat adalah BOLEH untuk mencerai istri yang hamil. Justru yang tidak diperbolehkan adalah mencerai ketika istri sedang haid. Sebagaimana dalam sebuah hadits disebutkan :

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ فَذَكَرَ ذَلِكَ عُمَرُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مُرْهُ فَلْيُرَاجِعْهَا ثُمَّ لِيُطَلِّقْهَا طَاهِرًا أَوْ حَامِلًا

Dari Ibnu Umar bahwa dia pernah menceraikan istrinya yang sedangkan haid, lantas Umar melaporkan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Suruhlah dia merujuknya, sesudah itu suruhlah mentalaknya ketika suci atau hamil.” (H.R. Muslim)

Adapaun ketika ucapan cerai sudah terlanjur diucap, sedangkan istri sedang haid, maka seorang lelaki harus merujuk kembali istrinya. Setelah istrinya suci atau hamil maka ia boleh memilih untuk mencerainya atau tidak.

Masalah perceraian haruslah disikapi dengan hati-hati dan tidak boleh gegabah dalam mengucapkannya apalagi saat sedang marah. Karena setan akan selalu berusaha menggoda, dan menyeru kepada pertikaian. Setan tentu akan sangat senang ketika melihat rumah tangga seorang muslim hancur. Dan iblis akan memuji balatentaranya (setan) yang berhasil menceraikan pasangan suami-istri. Olehnya seorang muslim yang baik harus bijak dan berpikir matang-matang sebelum bertindak, wallahu ‘alam.

Dalam sebuah hadits disebutkan :

عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُولُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ نِعْمَ أَنْتَ قَالَ الْأَعْمَشُ أُرَاهُ قَالَ فَيَلْتَزِمُهُ

Dari Jabir berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air lalu mengirim bala tentaranya, (setan) yang kedudukannya paling rendah bagi Iblis adalah yang paling besar godaannya. Salah satu diantara mereka datang lalu berkata: ‘Aku telah melakukan ini dan itu.’ Iblis menjawab: ‘Kau tidak melakukan apa pun.’ Lalu yang lain datang dan berkata: ‘Aku tidak meninggalkannya hingga aku memisahkannya dengan istrinya.’ Beliau bersabda: “Iblis mendekatinya lalu berkata: ‘Bagus kamu.” Al A’masy menyebutkan dalam riwayatnya: “Iblis berkata: ‘Tetaplah (menggodanya).” (H.R. Muslim)

Baca Juga : Jenis Pria yang Harus dihindari dalam Pernikahan

Demikianlah pembahasan tentang hukum mencerai istri yang hamil hamil, semoga bermanfaat dan semakin menambah wawasan keislaman kita, Amin

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close