AqidahHukum

Hukum Meminta Bantuan Kepada Orang Kafir

Manusia adalah makhluk sosial, dimana setiap manusia pasti membutuhkan orang lain. Dan karenanya pulalah maka tidak ada manusia yang bisa hidup tanpa orang lain. Sebagai contoh, rezeki kita tentu berasal dari Allah ﷻ, namun perlu diingat rezeki itu tidak turun begitu saja dari langit, akan tetapi melalui perantaraan orang lain. Sehingga didalam Islam, saling membantu dan memiliki akhlak mulia terhadap sesama adalah sangat dianjurkan. Lantas muncul persoalan, bagaimana hukum meminta bantuan orang kafir? Bagaimana bila kita tinggal dilingkungan orang kafir? Berikut ini infoislam.id akan membahasnya berdasarkan dalil dari Al-Quran, Sunnah, atau pendapat para Ulama

Meminta Bantuan Orang Kafir Dalam Masalah Pekerjaan dan Bisnis

Sebelumnya terlebih dahulu kita harus paham bahwa orang kafir yang dimaksud disini adalah orang-orang yang tidak mempercayai Allah ﷻ dan Rasulnya ﷺ, atau orang non-Muslim, sebagaimana ditegaskan dalam surah Al-Kaafirun. Selanjutnya apa hukum meminta bantuan orang kafir ?! Allah ﷻ berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ بِطَانَةٗ مِّن دُونِكُمۡ لَا يَأۡلُونَكُمۡ خَبَالٗا وَدُّواْ مَا عَنِتُّمۡ قَدۡ بَدَتِ ٱلۡبَغۡضَآءُ مِنۡ أَفۡوَٰهِهِمۡ وَمَا تُخۡفِي صُدُورُهُمۡ أَكۡبَرُۚ قَدۡ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِۖ إِن كُنتُمۡ تَعۡقِلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (Q.S. Ali-Imran : 118)

Dalam Kitab Tafsirnya, Imam Baghawi menjelaskan tentang ayat diatas sebagai berikut :

“Janganlah engkau menjadikan orang-orang non-muslim sebagai wali, orang kepercayaan, atau orang-orang pilihan, karena mereka tidak segan-segan akan melakukan hal-hal yang membahayakanmu”

Selain daripada itu, menurut Sayikhul Islam Ibnu Taimiyyah, ia berkata :

“Para peneliti telah mengetahui bahwa orang-orang Ahli Dzimmah yaitu Yahudi dan Nasrani mengirim berita tentang rahasia umat Islam kepada rekan-rekan seagama mereka”

Olehnya orang-orang kafir tidak diperkenankan untuk memegang jabatan yang dapat membawahi orang-orang islam dalam hal pekerjaan. Bahkan walaupun orang islam itu kemampuannya dibawah orang kafir, maka ia lebih bermanfaat bagi umat Islam dalam agama dan dunia mereka. Sedikit tapi halal adalah lebih baik dihadapan Allah daripada banyak tapi haram. (Majmu’ Fatawa 28/646)

Kesimpulan

Dengan demikian tentang masalah meminta bantuan orang kafir ini, maka kita bisa simpulkan poin-poin sebagai berikut :

1. Tidak boleh

Tidak diperbolehkan mengangkat orang kafir untuk kedudukan yang membawahi orang-orang Islam, atau yang memungkinkannya mengetahui rahasia-rahasia umat islam, misalnya diangkat seebagai menteri, penasihat, atau pegawai pemerintahan di Negara Islam.

2. Boleh

Dibolehkan untuk mengupah / menggaji orang kafir untuk melakukan pekerjaan yang tidak menimbulkan bahaya dalam perpolitikan Negara Islam. Seperti pekerjaan dibidang konstruksi, transportasi, infrastruktur, dsb. Dengan syarat tidak ada umat islam yang mampu melakukannya di negeri tersebut.

3. Boleh

Dibolehkan meminta bantuan orang kafir dalam masalah perang atau masalah darurat, karena hal tersebut pernah dilakukan oleh Baginda Nabi Muhammad ﷺ. Dalam perang Khaibar misalnya Beliau ﷺ meminta bantuan orang-orang yahudi memerangi kaum Musyrikin. Selain itu Rasulullah ﷺ juga pernah membuat perjanjian Hudaibiyah dengan orang-orang kafir.

Baca Juga : Perjanjian Hudaibiyah

Demikianlah pembahasan tentang hukum meminta bantuan kepada orang kafir, semoga artikel ini semakin menambah wawasan dan pengetahuan kita. Amin

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close