Hukum

Hukum Melayat Orang Kafir Menurut Islam

Sesungguhnya dengan adanya kehidupan maka pasti akan ada kematian. Kehidupan dan kematian adalah 2 (dua) hal yang akan selalu beringian bagaikan siang dan malam, panas dan dingin, susah dan senang, karena hal itu telah menjadi ketentuan dari penguasa alam semesta, yakni Allah ﷻ. Kematian merupakan perkara yang besar karena merupakan akhir dari perjalanan fana kehidupan dunia, meski demikian kematian merupakan hal yang lumrah bahkan mungkin hampir tiap hari kita mendengar tentang kabar kematian, baik itu kematian seorang muslim ataupun orang kafir.

Dalam Islam, mendatangi orang yang meninggal  dikenal dengan istilah ta’ziyah, yang bermakna adalah kunjungan ke tempat orang yang meninggal untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga ybs atau memberi penghormatan kepada si mayit. Hukum asal ta’ziyah adalah Sunnah, sebgaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits sebagai berikut :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ عَزَّى مُصَابًا فَلَهُ مِثْلُ

Dari Abdullah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang berta’ziyah kepada orang yang tertimpa musibah, dia akan mendapatkan pahala yang semisal (orang yang terkena musibah).” (H.R. Tirmidzi No. 993)

Lantas bagaimanakah hukum ta’ziyah atau apa hukum melayat orang kafir? berikut ini infoislam.id akan membahasnya untuk anda, sebagai berikut.

Hukum Melayat Orang Kafir

Dalam hal ini, hukum melayat orang kafir pada dasarnya adalah boleh sebagaimana keumuman firman Allah ﷻ sebagai berikut :

لَّا يَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يُقَٰتِلُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ وَلَمۡ يُخۡرِجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمۡ أَن تَبَرُّوهُمۡ وَتُقۡسِطُوٓاْ إِلَيۡهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِينَ 

“Allah tidak melarang engkau untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat adil.” (Q.S. Al-Mumtahanah : 8)

Allah ﷻ tidak melarang kita untuk berbuat baik, mengunjungi, menghadiri undangan dan berlaku adil kepada mereka orang-orang kafir, selama mereka tidak memerangi agama kita (islam) dan tidak mengusir kita dari tempat tinggal kita. Namun begitu, ada hal-hal yang patut untuk kita perhatikan ketika bermuamalah dengan orang-orang kafir, yaitu kita tidak boleh mengorbankan agama kita hanya untuk membuat mereka senang atau ridha.

Inilah yang perlu diperhatikan bagi seorang muslim, jangan sampai kebaikan kita atau toleransi kita terhadap mereka justru mengorbankan aqidah dan agama kita sendiri. Ketahuilah bahwasanya mereka orang-orang tidak akan pernah ridha terhadap umat Islam. Allah ﷻ berfirman :

وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِي جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٍ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Q.S. Al-Baqarah : 120)

Pendapat Ulama Tentang Hukum Melayat Orang Kafir

Para Ulama berbeda pendapat tentang ta’ziyah ini (hukum melayat orang kafir). Sebahagian Ulama ada yang membolehkannya dan sebahagian yang lain mengharamkannya. Tapi pendapat yang kuat adalah yang membolehkannya namun dengan syarat-syarat sebagai berikut :

  1. Harus ada mashlahat, seperti mengharapkan keislaman mereka, atau untuk menghindari gangguan mereka terhadap dirinya atau kaum muslimin (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah9/132 )
  2. Mereka orang-orang kafir tidak menganggap bahwa ta’ziyah / kunjungan yang kita lakukan adalah untuk penghormatan mereka (Fatawa Syeikh Muhammad Al-utsaimin2/304 )
  3. Tidak mengikuti acara keagamaan mereka atau mendengarkan ceramah-ceramah mereka.

Meski demikian Tidak ada dalil khusus tentang apa yang harus kita ucapkan ketika berta’ziyah atau melayat orang kafir, asalkan tidak melanggar syariat dan membahayakan aqidah kita. Selain itu juga adalah HARAM bagi kita untuk mendoakan rahmat atau ampunan untuk mereka. Wallahu ‘Alam

Baca Juga : Hukum Menghadiri Pernikahan Non-Muslim

Demikianlah pembahasan tentang hukum melayat orang kafir, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan keislaman kita, Amin

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close