LainnyaNikah

Hukum Melawan Suami Menurut Islam

Salah satu dari kewajiban seorang istri dalam berumah tangga adalah mematuhi suami. Namun ada kalanya seorang istri justru mengabaikan kewajibannya dan bahkan menentang suami. Dalam islam sendiri, perbuatan melawan atau bermaksiat kepada suami dikenal dengan istilah nusyuz. Lantas apakah hukum nusyuz atau hukum melawan suami ? berikut infoislam mengulasnya untuk anda.

Pengertian Nusyuz

Sebelum membahas tentang hukum melawan suami (nuzyuz), perlu kita ketahui terlebih dahulu pengertian nusyuz menurut para Ulama, sebagai berikut :

1. Ibnu Katsir Rahimahullah

Dalam kitab tafsirnya tentang surah An-Nisa : 24, Beliau menyebutkan : Nusyuz adalah meninggalkan perintah suami, menentangnya, atau membencinya.

2. Ulama Syafi’i, Maliki, dan Hambali

Mereka berpendapat bahwa nusyuz adalah : keluarnya istri dari ketaatan wajib kepada suaminya.

3. Ulama Hanafi

Sedangkan menurut Ulama Hanafi, nusyuz adalah : keluarnya seorang istri dari rumahnya tanpa hak.

Hukum Nusyuz

Hukum Nusyuz atau hukum melawan suami adalah haram. Istri yang melawan suami boleh dihukum karena telah melakukan perbuatan yang haram. Sebagaimana dalam Al-Quran disebutkan :

وَٱلَّٰتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهۡجُرُوهُنَّ فِي ٱلۡمَضَاجِعِ وَٱضۡرِبُوهُنَّۖ فَإِنۡ أَطَعۡنَكُمۡ فَلَا تَبۡغُواْ عَلَيۡهِنَّ سَبِيلًاۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيّٗا كَبِيرٗا

“Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.S. An-Nisa : 34)

Perbuatan yang termasuk Nusyuz

Terdapat perselisihan para Ulama dalam menentukan kriteria perbuatan nusyuz, namun mereka sepakat bahwa keluar dari rumah tanpa izin suami tanpa hak adalah termasuk nusyuz. Kalangan Syafi’iyyah telah merinci perbuatan nusyuz sebagaimana disebutkan dibawah ini, dan Kalangan Syafi’iyyah juga menyatakan bahwa tidak semua perbuatan yang haram dianggap sebagai nusyuz, termasuk ketika istri mencaci suami atau menyakiti hati suami dengan lisannya, maka ini tidak termasuk nusyuz, walaupun istri tetap berdosa karena hal tersebut. 

Ulama Syafi’iyyah berpendapat bahwa nusyuz adalah keluarnya istri dari ketaatan wajib terhadap suaminya, dan hal yang termasuk nusyuz, yaitu :

  • Istri mengunci pintu rumah agar suaminya tidak bisa masuk
  • Melarang suami keluar, dengan menguncinya didalam rumah.
  • Tidak mau bersetubuh dengan suami padahal tidak ada udzur (seperti sedang haid, nifas, atau sakit)
  • Mengikuti Ikut suami dalam safar (perjalanan) tanpa izin suami padahal telah dilarang. Namun ketika ternyata dalam safarnya suami bersenang-senang dengan istrinya, meski pada awalnya melarangnya ikut, maka istri tidak termasuk melakukan nusyuz.

Konsekuensi Nusyuz

Para Ulama berbeda pendapat tentang hal ini, namun pendapat jumhur (mayoritas Ulama) adalah bahwa istri yang nusyuz tidak mendapatkan nafkah dan tempat tinggal. Meski sebagian dari Ulama Malikiyah berpendapat bahwa nafkah tidak terputus karena nusyuz.

Seorang suami yang mendapati istrinya nusyuz, maka boleh menghukumnya  sebagaimana dalam firman Allah dalam surah An-Nisa : 34, yakni dengan menasehati, pisah ranjang, dan atau memukul, tentu dengan pukulan yang mendidik, bukan pukulan yang menyiksa. Wallahu ‘Alam.

Baca Juga : Ciri Istri Durhaka Kepada Suami

Demikianlah pembahasan tentang hukum melawan suami atau nusyuz menurut islam, semoga bermanfaat dan semakin menambah wawasan keislaman kita, Amin

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close