Hukum

Hukum Makan Sambil Bersandar Beserta Dalilnya

Memakan makanan merupakan salah satu kebutuhan primer (utama) bagi setiap makhluk hidup. Makan merupakan kegiatan yang sangat penting, bahkan telah menjadi hobi bagi sebagian orang, terlepas dari pentingnya makan itu sendiri bagi tubuh. Islam yang merupakan agama yang sempurna tentu telah mengatur cara makan yang benar sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad ﷺ. Lantas apakah hukum makan sambil bersandar ? berikut infoislam.id membahasnya untuk Anda

Hukum Makan Sambil Bersandar

Makan sambil bersandar adalah hal yang tidak dianjurkan atau makruh, sebagaimana keumuman hadits Rasulullah ﷺ sebagai berikut :

عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْأَقْمَرِ سَمِعْتُ أَبَا جُحَيْفَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا آكُلُ مُتَّكِئًا

Dari Ali bin Al Aqmar Aku mendengar Abu Juhaifah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku tidaklah makan sambil bersandar.” (H.R. Bukhari No. 4979)

Dalam hadits lain disebutkan :

عَنْ شُعَيْبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِيهِ قَالَ مَا رُئِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ مُتَّكِئًا قَطُّ وَلَا يَطَأُ عَقِبَهُ رَجُلَانِ

Dari Syu’aib bin Abdullah bin ‘Amru dari Ayahnya ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah terlihat makan dalam keadaan bersandar sama sekali, dan tidak ada dua orangpun yang berjalan di belakang beliau.” (H.R. Abu Dawud No. 3278)

Alasan tidak dimakruhkannya makan sambil bersandar (dalam bentuk apapun) karena hal ini merupakan kebiasaan Raja-Raja Kafir. Seorang Muslim seharusnya tidak melakukannya, karena merupakan bentuk tasyabbuh (ikut-ikutan) terhadap kebiasaan orang-orang kafir.

Alasan lain adalah karena makan sambil bersandar dikhawatirkan dapat membuat perut menjadi bertambah buncit. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Al Fath (9: 452).

Cara Duduk ketika Makan

Diantara hikmah dari kesempurnaan agama Islam adalah memberikan solusi dalam setiap permasalahan. Dalam hal ini yakni berupa cara duduk yang benar ketika makan. Diriwayatkan dalam sebuah hadits sebagai berikut :

حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُقْعِيًا يَأْكُلُ تَمْرًا

Telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik dia berkata; “Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam makan kurma dalam keadaan duduk iq’a (posisi duduk tanpa kursi dengan menegakkan kakinya).” (H.R. Muslim No.3807)

Setelah menyadari bahwa makan dengan bersandar itu makruh dan kurang utama, maka posisi duduk yang dianjurkan adalah dengan menekuk kedua lutut dan menduduki bagian dalam telapak kaki atau dengan menegakkan kaki kanan dan menduduki kaki kiri.” (Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, 9: 452)

Baca Juga : Cara Membayar Utang Puasa Sesuai Syariat

Demikianlah pembahasan tentang Hukum Makan dengan bersandar, semoga bermanfaat dan semakin menambah wawasan keislaman kita, Amin

Penulis Abu Abdillah

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close