FatwaHukum

Hukum Jual Beli Saham Menurut Islam

Tentu bukanlah sesuatu yang asing lagi bagi kita ketika mendengar kata “saham” atau “jual-beli saham”, dan memang pada zaman yang semakin modern ini maka untuk bertransaksi saham pun sudah semakin mudah dan beragam. Bagi yang belum tahu, saham itu adalah surat berharga atau satuan nilai pembukuan finansial yang mengacu pada kepemilikan sebuah perusahaan. Dan bila hukum asal “jual-beli” adalah mubah / boleh, lantas apakah hukum jual beli saham ? untuk itu infoislam.id akan membahasnya untuk anda sebagai berikut.

Hukum Jual Beli

Adapun hukum jual beli maka ia adalah halal atau boleh untuk dilakukan, sebagaimana keumuman firman Allah ﷻ dalam Al-Quran sebagai berikut :

ٱلَّذِينَ يَأۡكُلُونَ ٱلرِّبَوٰاْ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِي يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مِنَ ٱلۡمَسِّۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَالُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡبَيۡعُ مِثۡلُ ٱلرِّبَوٰاْۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلۡبَيۡعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰاْۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوۡعِظَةٞ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمۡرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِۖ وَمَنۡ عَادَ فَأُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. Al-Baqarah : 275)

Berdasarkan dalil diatas maka sudah jelas bahwa hukum jual beli adalah halal dan boleh dilakukan, yang haram dilakukan adalah riba, dan jual beli itu tidak sama dengan riba. Apabila dalam suatu transaksi jual beli terdapat unsur riba maka ia menjadi haram

Hukum Jual Beli Saham

Lantas bagaimanakah hukum jual beli saham ? tentu saja boleh asalkan tidak terdapat unsur riba didalamnya atau hal-hal yang diharamkan dalam syariat islam. Berikut ini adalah hasil rapat ke 14 (empatbelas ) Majma’ al-Fiqhi yang diadakah di kota Makah pada bulan Januari 1995 M, yang membahasa tentang permasalahan ini, sebagai berikut :

  1. Hukum asal jual beli adalah halal dan mubah, maka boleh mendirikan suatu perusahaan publik yang bergerak dibidang yang mubah atau yang diperbolehkan syariat.
  2. Haram untuk membeli saham dan menanamkan modal pada perusahaan yang bergerak dibidang yang diharamkan. Seperti transaksi riba, memproduksi barang haram, atau memperdagangkannya.
  3. Haram untuk membeli saham atau menanamkan modalnya pada perusahaan yang pada sebahagian usahanya menjalalankan praktik riba, sedang ia tahu akan hal tersebut.
  4. Apabila seseorang sudah terlanjur membeli saham pada suatu perusahaan yang melaksanakan transaksi riba, makan wajib baginnya keluar dari perusahaan tersebut

Kesimpulan

Berdasarkan uraian diatas maka sudah jelas bahwa hukum jual beli saham adalah halal atau boleh sebagaimana keumuman dalil yang membolehkan jual beli. Hukum jual beli saham bisa berubah menjadi haram apabila dalam transaksinya tidak sesuai dengan syariat islam atau mengandung unsur riba didalamnya.

Baca Juga : Fikih Perniagaan – Tata Cara Jual Beli Menurut Syariat Islam

Namun apabila dalam suatu hal kita ragu tentang halal dan haramnya, maka sebaiknya kita tinggalkan dan tidak melaksanakannnya agar kita terhindar dari hal-hal syubhat.

Demikian pembahasan tentang hukum jual beli saham, semoga dapat bermanfaat dan memberi kita tambahan wawasan, Wassalam

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close