Ibadah

Doa Malam Pertama Untuk Pengantin Baru

Ibadah merupakan hal yang selalu melekat pada pribadi seorang Muslim. Karena segala aktifitasnya akan terhitung sebagai ibadah apabila diniatkan karena Allah dan RasulNya serta tidak menyelisihi ajaran-ajaran Islam. Termasuk dalam hal ini menikah, dan hubungan intim antar suami-istri. Hal ini tentu dapat berubah menjadi ibadah dan berpahala, sebagai mana diriwayatkan dalam hadits berikut :

وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرًا

“Dan pada kemaluan seorang dari kalian pun terdapat sedekah.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, jika salah seorang diantara kami menyalurkan nafsu syahwatnya, apakah akan mendapatkan pahala?” beliau menjawab: “Bagaimana sekiranya kalian meletakkannya pada sesuatu yang haram, bukankah kalian berdosa? Begitu pun sebaliknya, bila kalian meletakkannya pada tempat yang halal, maka kalian akan mendapatkan pahala.” (H.R. Muslim No.1674)

Merupakan hal yang mendebarkan dan dinanti-nantikan oleh setiap pasangan yang baru menikah yaitu malam pertama, atau hubungan intim pertama setelah pernikahan. Dan sebagai agama yang sempurna, Islam ternyata membahas tentang hal ini serta doa malam pertama bagi pengantin baru, sebagaimana dalam sebuah hadits disebutkan :

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا تَزَوَّجَ أَحَدُكُمْ امْرَأَةً أَوْ اشْتَرَى خَادِمًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَإِذَا اشْتَرَى بَعِيرًا فَلْيَأْخُذْ بِذِرْوَةِ سَنَامِهِ وَلْيَقُلْ مِثْلَ ذَلِكَ قَالَ أَبُو دَاوُد زَادَ أَبُو سَعِيدٍ ثُمَّ لِيَأْخُذْ بِنَاصِيَتِهَا وَلْيَدْعُ بِالْبَرَكَةِ فِي الْمَرْأَةِ وَالْخَادِمِ

Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Apabila salah seorang diantara kalian menikah atau membeli budak perempuan maka hendaknya ia mengucapkan :

ALLAAHUMMA INNII AS`ALUKA KHAIRAHAA WA KHAIRA MAA JABALTAHAA ‘ALAIHI WA A’UUDZU BIKA MIN SYARRIHAA WA SYARRI MAA JABALTAHAA ‘ALAIH

(Ya Allah, aku memohon kepadaMu kebaikannya dan kebaikan sesuatu yang Engkau ciptakan dia padanya, dan aku berlindung kepadaMu dari keburukannya dan keburukan sesuatu yang Engkau ciptakan dia padanya).

Dan apabila ia membeli unta maka hendaknya ia memegang punuknya dan mengucapkan seperti itu!” Abu Daud berkata; Abu Sa’id menambahkan; kemudian hendaknya ia memegang ubun-ubunnya dan berdoa untuk mendapatkan berkah pada wanita dan budak. (H.R. Abu Daud No. 1485)

Hadits diatas menjelaskan bahwa apabila seseorang telah menikah, maka hendaknya untuk memegang kepala / ubun-ubun istrinya kemudian berdoa seperti hadits diatas, agar mendapatkan keberkahan dari istri tersebut.

Selanjtunya ketika hendak bersenggama atau berhubungan intim, maka hendaknya membaca doa sebagimana dalam hadits berikut ini :

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ قَالَ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنِي فَإِنْ كَانَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ وَلَمْ يُسَلَّطْ عَلَيْهِ

Dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seseorang dari kalian mendatangi istrinya (untuk berjima’) kemudian berdoa :

 ALLAHUMMA JANNIBNIS SYAITHAANA WA JANNIBIS SYAITHAANA MAA RAZAQTANI

(Ya Allah, jauhkanlah aku dari setan dan jauhkanlah pula dari anak yang kelak Engkau karuniakan kepada kami)

kemudian bila dikaruniai anak maka setan tidak akan dapat mencelakakan anak itu dan tidak akan dapat menguasainya.” (H.R. Bukhari No. 3041)

 Baca Juga : Anjuran dan Larangan dalam Berhubungan Suami Istri

Demikianlah Pembahasan tentang Doa Malam Pertama Hubungan Intim, semoga bermanfaat dan semakin menambah wawasan keislaman kita, Amin.

Penyusun : Abu Abdillah

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close