HukumTutorial

Cara Membayar Utang Puasa Sesuai Dengan Syariat

Puasa adalah rukun islam yang ke-4 (empat) dimana seorang muslim diwajibkan untuk berpuasa selama 1 (satu) bulan pada bulan Ramadhan, selain itu terdapat pula jenis puasa sunnah lainnya seperti puasa senin-kamis, puasa ayyamul bihd dan sebagainya. Fokus kita adalah puasa wajib yakni puasa Ramadhan. Yang namanya wajib berarti harus dilakukan, dan apabila ditinggalkan maka harus diganti. Demikian juga dengan orang yang meninggalkan puasa Ramadhan, baik disengaja maupun tidak, maka ia harus menggantinya karena itu telah menjadi hutang yang harus ia bayar.

Lantas bagaimanakah membayar utang puasa yang sesuai dengan syariat islam ? berikut infoislam.id akan membahasnya untuk anda.

Cara Membayar Utang Puasa

Mengenai tata cara membayar utang puasa ini, Allah ﷻ telah menerangkannya dengan jelas dalam Al-Quran sebagai berikut :

فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهۡرَ فَلۡيَصُمۡهُۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٖ فَعِدَّةٞ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَۗ

“Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan (Ramadhan) itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (Q.S. Al-Baqarah : 185)

Ayat diatas menjelaskan bahwa cara membayar utang puasa adalah dengan MENGGANTI PUASA tersebut sebanyak hari-hari yang ia tinggalkan (tidak berpuasa) di bulan Ramadhan pada bulan yang lain.

Ketika masuk bulan ramadhan, dan seseorang tidak dapat berpuasa, baik itu karena sakit, haid, dalam perjalanan, dan lain sebagainya, maka ia wajib mengganti utang puasanya di bulan lain sebanyak yang ia tinggalkan di bulan ramadhan

Adapun untuk ibu hamil dan khawatir akan keselamatan anaknya maka ia diperbolehkan untuk membayar fidyah.

Baca Juga : Cara Membayar Fidyah untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Cara Membayar Utang Puasa Tahun-Tahun Terdahulu

Ada banyak kasus dimana seseorang melalaikan kewajiban membayar utang puasa ini, sehingga waktu berlalu beberapa tahun dan ia belum membayar utang puasanya. Lantas apa yang dilakukan ? para Ulama Berbeda pendapat dalam masalah ini, dan umumnya terbagi menjadi dua pendapat sebagai berikut :

1. Pendapat Pertama

Imam Malik, Imam Syafi’I dan Imam Ahmad sepakat bahwa utang puasa yang telah lewat bertahun-tahun maka tetap HARUS MENGGANTI puasa yang ia tinggalkan serta HARUS MEMBAYAR KAFFARAH berupa membebaskan budak atau berpuasa 2 bulan berturut turut, atau memberi makan 60 orang fakir miskin.

2. Pendapat Kedua

Adalah pendapat Imam Abu Hanifah yang mengatakan bahwa utang puasa yang telah lewat bertahun-tahun maka HARUS MENGGANTI puasa yang ia tinggalkan saja. Jadi TIDAK PERLU membayar kaffarah sebagaimana pendapat yang pertama.

Bagaimana apabila lupa jumlah hari puasa yang telah ia tinggalkan ? maka hendaklah ia berusaha mengingat-ingat nya, menetapkan perkiraan jumlahnya dan mengganti puasanya serta rajin puasa sunnah agar puasa yang tidak diketahui dapat tertutupi.

Demikian pembahasan tentang cara melunasi utang puasa sesuai syariat, semoga bermanfaat dan semakin menambah wawasan keislaman kita, Amin

Penulis : Abu Abdillah

Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close