Aqidah

Aqidah yang Benar adalah yang Berasal dari Al-Quran dan Sunnah

Dalam memahami Aqidah kita perlu ketahui bahwa aqidah itu bersifat “taufiqiyah”, yang artinya hanya boleh diambil dari Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad ﷺ. mengapa demikian, karena tiada seorang pun yang mengetahui tentang Allah ﷻ dan segala halnya kecuali Allah sendiri. Oleh karena itu manhaj salafus shalih beserta para pengikutnya dalam mengambil aqidah terbatas hanya pada Al-Qura dan Sunnah

Dalil agar Istiqomah pada Aqidah yang benar

Apa yang ada didalam Al-Quran dan Sunnah, maka wajib kita ikuti, imani, yakini, dan amalkan Sebaliknya apa yang tidak ada didalam Al-Qur’an dan Sunnah (dalam konteks agama) maka kita tolak. Allah ﷻ berfirman :

وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعٗا وَلَا تَفَرَّقُواْۚ

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, …” (Q.S. Ali-Imran : 103)

فَإِمَّا يَأۡتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدٗى فَمَنِ ٱتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشۡقَىٰ 

“Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (Q.S. Tha Ha : 123)

Selain itu dalam sebiah hadits tentang golongan yang selamat, bahwa dari 73 golongan maka hanya 1 yang selamat dan 72 golongan lainnya berada dalam neraka. Ketika Rasulullah ﷺ ditanya, siapakah golongan yang selamat tersebut? Beliau menjawab :

هُمْ مَنْ كَانَ عَلَى مِثْل مَا أَنَا عَلَيْهِ اليَوْمَ وَ أَصْحَابِي

“Mereka adalah orang-orang yang berada diatas ajaran yang sama dengan ajaranku hari ini, dan para sahabatku” (H.R. Ahmad)

Kebenaran dari sabda Baginda Nabi ﷺ tersebut kini telah terbukti ketika sebahagian manusia membangun aqidahnya diatas landasan lain, dan tidak mengikuti Al-Quran dan Sunnah. Mereka membangun aqidahnya diatas ilmu kalam dan kaidah-kaidah yang diwarisi dari filsafat Yunani dan Romawi. Maka terjadilah penyimpangan dan perpecahan dalam aqidah yang menyebabkan perpecahan dan rusaknya masyarakat islam.

Baca Juga : Penyimpangan Aqidah dan cara mengatasinya

Dengan demikian telah jelaslah bahwa jalan yang benar adalah apabila kita mengikuti Al-Quran dan Sunnah yang shahih dari Rasulullah ﷺ. Selain daripada itu, maka ia tertolak. Semoga Allah ﷻ senantiasa member kita keistiqomahan untuk senantiasa berada pada ajaran Islam yang benar. Amin

 

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close