Hikmah

Anjuran dan Larangan dalam Hubungan Suami Istri

adab mendatangi istri
adab mendatangi istri

Salah satu tujuan pernikahan adalah terpenuhinya kebutuhan biologis, dan mendapatkan keturunan. Dalam Islam sendiri ada aturan berupa anjuran dan larangan dalam jima’ atau bersetubuh dengan istri, sehingga tidak bisa sembarangan dilakukan. Dan pada kesempatan kali ini infoislam akan coba mengulas anjuran dan larangan dalam hubungan suami istri berdasarkan Al-Quran dan Hadits Nabi ﷺ, sebagai berikut :

Anjuran Dalam Berhubungan Suami Istri

Anjuran yang dimaksud disini adalah berupa sunnah dan hal-hal yang sebaiknya dilakukan seorang Muslim, sebelum memulai hubungan intim suami istri, sebagai berikut :

1. Shalat

Dalam sebuah hadits diriwayatkan,

إذا أدخل عليك أهلك فصل عليك ركعتين ، ثم سل الله تعالى من خير ما دخل عليك ، وتعوذ به من شره ، ثم شأنك وشأن أهلك

Jika kamu masuk menemui istrimu maka shalatlah dua raka’at, kemudian mohonlah kepada Allah kebaikan yang dimasukkan kepadamu, berlindunglah kepada Allah dari keburukannya, kemudian setelah itu terserah urusanmu dan istrimu.” (H.R. Ibnu Abu Syuaibah dalam Al Mushannaf, 3/401. Syaikh Al-Albani berkata sanadnya shahih).

2. Membaca Doa

Setelah melaksanakan sholat 2 (dua) rakaat hendaknya berdoa agar terhindar dari gangguan syaithan.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ قَالَ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنِي فَإِنْ كَانَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ وَلَمْ يُسَلَّطْ عَلَيْهِ

Dari Ibnu ‘Abbas berkata; Nabi ﷺ bersabda : “Apabila seseorang dari kalian mendatangi istrinya (untuk berjima’) kemudian membaca doa; Ya Allah, jauhkanlah aku dari setan dan jauhkanlah pula dari anak yang kelak Engkau karuniakan kepada kami), kemudian bila dikaruniai anak maka setan tidak akan dapat mencelakakan anak itu dan tidak akan dapat menguasainya.” (H.R. Bukhari No.3041)

3. Menggunakan Kain Penutup

عَنْ عُتْبَةَ بْنِ عَبْدٍ السُّلَمِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ فَلْيَسْتَتِرْ وَلَا يَتَجَرَّدْ تَجَرُّدَ الْعَيْرَيْنِ

Dari Utbah bin Abdu As Sulami ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Jika salah seorang dari kalian mendatangi isterinya hendaklah dengan penutup, dan jangan telanjang bulat.” (H.R. Ibnu Majah No. 1911)

4. Berwudhu ketika hendak mengulangi

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يَعُودَ تَوَضَّأَ

Dari Abu Sa’id dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian hendak mengulangi (bersetubuh), berwudlulah.” (H.R. Nasai No. 262)

Baca Juga : Manfaat Menikah Menurut Islam

Larangan Dalam Berhubungan Suami Istri

Adapun larangan yang dimaksud disini adalah berupa hal-hal yang diharamkan untuk dilakukan oleh seorang Muslim, apabila hendak melakukan hubungan intim, sebagai berikut :

1. Tidak Boleh Menggauli Istri yang Haid

وَيَسۡ‍َٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡمَحِيضِۖ قُلۡ هُوَ أَذٗى فَٱعۡتَزِلُواْ ٱلنِّسَآءَ فِي ٱلۡمَحِيضِ وَلَا تَقۡرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطۡهُرۡنَۖ فَإِذَا تَطَهَّرۡنَ فَأۡتُوهُنَّ مِنۡ حَيۡثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِينَ

“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Q.S. Al-Baqarah : 222)

2. Dilarang Bersetubuh melalui dubur

 عَنْ عَلِيٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا فَسَا أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلَا تَأْتُوا النِّسَاءَ فِي أَعْجَازِهِنَّ

Dari Ali (bin Thalq) berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian buang angin (kentut), maka berwudhulah, dan janganlah kalian menggauli isteri kalian dari dubur mereka.” (H.R. Tirmidzi No. 1085)

3. Haram Menyebarkan Rahasia Ranjang

أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ يَقُولُا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا

Abu Sa’id Al Khudri berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada Hari Kiamat ialah seseorang yang menyetubuhi istrinya dan istri bersetubuh dengan suaminya, kemudian suami menyebarkan rahasia istrinya.” (H.R. Muslim No.2597)

Baca Juga : Inilah Ciri Lelaki Sholeh menurut Islam

Sebenarnya masih banyak poin-poin tentang anjuran dan larangan dalam bersenggama lainnya, namun sengaja tidak kami cantumkan karena tidak ditemukannya dalil (dalam bahasa arab) yang valid tentang hal tersebut. Wallahu’alam

Demikian pembahasan tentang anjuran dan larangan dalam hubungan suami istri, semoga bermanfaat dan semakin menambah wawasan keislaman kita, Amin.

Penulis Abu Abdillah

Tags
Lihat Lagi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close